Jumat, 22 Maret 2019
16 Rajab 1440 H
x
FOTO I Dok. Nucare
Khalifah Abu Bakar pernah memerangi orang-orang yang enggan membayar zakat di awal pemerintahannya, baginya jika ada orang yang membeda-bedakan antara salat dan zakat, maka wajib diperangi," ujar Nurizal.

Sharianews.com, Jakarta ~Direktur Pusat Studi Kitab Klasik Islami & Peneliti ISEFID, Nurizal Ismail mengatakan zakat dapat menjembatani manusia yang satu dengan yang lain dalam dimensi sosio-ekonomi masyarakat Muslim.

"Dengan zakat, hubungan antara si kaya dan delapan asnaf zakat akan terhubung yaitu terjadinya sharing kekayaan bagi mereka yang telah cukup nisab hartanya kepada golongan yang membutuhkannya," ujarnya dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat (8/3).

Nurizal yang juga dosen Universitas Islam Tazkia ini menerangkan bahwasanya zakat selain sebagai pilar utama, tetapi juga sebagai kekuatan Islam.

"Merujuk pada hadis Nabi Muhammad Saw yang disampaikan oleh Abu Darda ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda, zakat adalah jembatan (bagi kekuatan) Islam (HR. Thabrani, Targhib)," sambung Nurizal.

Hadis tersebut menekankan pada semua manusia, bahwa zakat merupakan fondasi penting dalam Islam, sehingga yang melalaikannya telah menghancurkan sendi-sendi Islam ini.

"Khalifah Abu Bakar pernah memerangi orang-orang yang enggan membayar zakat di awal pemerintahannya, baginya jika ada orang yang membeda-bedakan antara salat dan zakat, maka wajib diperangi," ujar Nurizal.

Ia menambahkan, di akhirat nanti, zakat adalah jembatan akan memudahkan seseorang ketika melewati shirat yang berjumlah tujuh.

"Ketika di dunia dengan mudahnya menunaikan zakat, maka dengan mudahnya juga melewati jembatan zakat," imbuh kepala Public Relations Tazkia University tersebut.

Dalam sejarah Islam zakat sudah terbukti dapat menjadi solusi sistem jaminan sosial di masyarakat. Saat ini ia juga bisa dijadikan sebagai jembatan dalam penyelesaian permasalahan sosio ekonomi umat.

Karena itu, sinergi antara stakeholder dalam pengembangan zakat di Indonesia itu sangat penting. Pemerintah menyediakan infrastruktur zakat baik regulasi dan kelembagaan, sebagai landasan bergeraknya sistem zakat di Indonesia. Institusi Pengelola zakat membuat program-program zakat yang kreatif dan inovatif dalam bingkai syariat.

"Dengan pemahaman yang baik tentang zakat, maka prakteknya pun akan berjalan dengan baik, sehingga optimalisasi zakat yang digagas akan dapat tercapai," tutup Nurizal. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo