Senin, 30 Maret 2020
06 Sha‘ban 1441 H
Home / Ziswaf / YBM PLN Mewisuda 50 Santri PeTIK Angkatan ke 6
Sebagian para santri PeTIK. Foto/dok.romy
50 mahasantri dari keluarga duafa utusan dari berbagai daerah di Indonesia berhasil diwisuda.

Sharianews.com, Jakarta. Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN melalui PeTIK (Pesantren Teknologi Informasi dan Komunikasi) mewisuda para santri angkatan ke VI di Auditorium PLN Kantor Pusat, Jakarta, Kamis (8/8).

Kali ini, 50 mahasantri dari keluarga duafa utusan dari berbagai daerah di Indonesia berhasil diwisuda. Tercatat wisuda kali ini merupakan wisuda terbesar sejak PeTIK berdiri tahun 2010.

Wisuda dihadiri oleh Plt Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani, Ketua Dewan Syariah YBM PLN, Prof. Dr. M. Amin Suma, Ketua Umum YBM PLN, Sulistyo Biantoro dan jajaran pengurus YBM PLN lainnya, serta orang tua santri.

Sripeni menyampaikan pesan untuk para santri yang diwisuda "Semoga wisuda ini dapat menjadi semangat buat adik-adik sekalian dalam mengamalkan ilmu yang sudah didapatkan sehingga mampu sukses dalam bekerja atau berusaha sendiri juga dapat membanggakan keluarga dan jangan lupa menjadi orang yang tangan di atas atau dermawan," ujar Sripeni dalam sambutannya.

PeTIK merupakan pesantren yang dibangun YBM PLN pada tahun 2010 di Depok, Jawa Barat untuk memberikan bantuan secara cuma-cuma kepada para pemuda Muslim Indonesia yang berasal dari keluarga kurang mampu tetapi memiliki potensi dan semangat belajar tinggi. Para Santri di PeTIK mendapatkan pendidikan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), ilmu-ilmu agama, dan pelatihan soft skill dalam kewirausahaan. Semua itu ditempuh dalam waktu pendidikan 1 tahun dan setara D2.

PeTIK diharapkan dapat melahirkan para pemuda Muslim yang berwawasan teknokrat, berakhlak mulia, berjiwa wirausaha dan pada ahirnya mampu memutus rantai kemiskinan minimal di keluarganya.

Sampai dengan angkatan ke-6 ini, sedikitnya sudah 184 santri yang menjadi alumni. Mereka banyak yang melanjutkan pendidikan ke jenjang  yang lebih tinggi, bahkan sudah banyak yang diterima di tempat kerja yang bagus.

Bulan Agustus ini, PeTIK akan kembali menerima 50 santri yang sudah terseleksi dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka akan memulai kegitan belajar di awal September 2019. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo