Kamis, 18 Juli 2019
16 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Keuangan / Yasni: Siapapun Pemimpin Terpilih, Ekonomi Islam Optimistis Berkembang
amust
“Ekonomi syariah Indonesia akan terus secara optimistis dikembangkan, siapapun presiden dan wakil presidennya. Mengingat Pak Kiyai dan Mas Sandiaga adalah tokoh-tokoh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES),” ujar Muhammad Gunawan Yasni, ahli Syariah Pasar Modal Pertama Berijin OJK (Otoritas Jasa Keuangan), sekaligus anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Rabu (17/4).

Sharianews.com, Jakarta ~ Pesta demokrasi selalu menjadi ajang paling meriah karena melibatkan seluruh rakyat Indonesia untuk menentukan pemimpinnya. Dalam jangka waktu pelaksanaan lima tahun sekali ini, memang dianggap sangat memengaruhi kebijakan-kebijakan Indonesia.

Pada masa kampanye sebelumnya, masing-masing calon presiden memaparkan beberapa kebijakan yang menyentuh ekonomi syariah. Pasangan nomor urut satu misalnya, Jokowi dan Ma’ruf Amin bersiap akan mengembangkan industri jasa keuangan berbasis syariah, serta membuat landasan bagi ekonomi syariah.

Begitupula pada pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah, industri kreatif muslimah, dan tujuan wisata halal dunia.

Melihat hal tersebut, beberapa pakar ekonomi syariah pun mengaku optimistis, siapapun yang terpilih nantinya dapat membuat ekonomi syariah berkembang.

“Ekonomi syariah Indonesia akan terus secara optimistis dikembangkan, siapapun presiden dan wakil presidennya. Mengingat Pak Kiyai dan Mas Sandiaga adalah tokoh-tokoh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES),” ujar Muhammad Gunawan Yasni, ahli Syariah Pasar Modal Pertama Berijin OJK (Otoritas Jasa Keuangan), sekaligus anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Rabu (17/4).

Menurutnya, apabila kontribusi Ma’ruf Amin melalui pendampingan komprehesif normatifnya, maka Sandiaga Uno melalui praktik bisnis yang syariahnya. Sehingga potensi berkembangnya ekonomi syariah, melekat pada kedua pasangan yang merupakan tokoh-tokoh signifkan di bidang tersebut.

Terlepas dari calon pemimpin Indonesia, Yasni mengatakan, yang terpenting adalah keputusan-keputusan krusial tentang syariah harus lebih tegas dan meyakinkan tanpa perlu melibatkan pihak yang terlampau banyak, guna menjaga efektif dan efisiensi.

“Harus lebih decisive (tegas) tentang syariah tanpa bertele-tele meminta dan melihat pertimbangan pihak-pihak yang tidak terlalu mendalam soal ekonomi syariahnya,” imbuh Yasni saat dihubungi Sharianews.

Lebih lanjut, ia berharap agar pemimpin Indonesia ke depan akan siap mewarnai secara signifikan ekonomi syariah Indonesia di mata dunia. Sebagaimana Ma’ruf Amin yang telah membimbing anggota yang lebih muda di DSN-MUI untuk bergerak mensyariahkan segala macam sektor keuangan negara dan swasta melalui berbagai macam otoritas.

“Rasanya peran tersebut akan kian membesar seandainya beliau menjabat wakil presiden dan berkoordinasi dengan kami-kami yang selama ini berjuang mensyariahkan ekonomi syariah,” tutup Yasni.

 

 

 

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo