Kamis, 27 Juni 2019
24 Shawwal 1440 H
Home / Lifestyle / Wisata Halal Mulai Jadi Andalan India
"Ketika kami baru memulai bisnis perjalanan wisata halal, kami hanya mendapatkan 10 keluarga sebulan. Namun, saat ini kami menjual lebih dari seratus paket sebulan."

Sharianews.com, Jakarta. Meskipun fasilitas ramah Muslim sudah ada jauh sebelum istilah 'pariwisata halal' menjadi andalan industri di India, tapi hanya ada sedikit kesadaran tentang potensi pasar pada segmen tersebut.

Namun demikian, menurut Nahiyan Najeeb, CEO biro perjalanan Halal-days.com mengakui, perhatian pada besarnya kekuatan sektor itu kini mulai tumbuh dan menjadi andalan setidaknya dalam lima tahun terakhir di negaranya.

“Ketika kami baru memulai bisnis perjalanan wisata halal, kami hanya mendapatkan 10 keluarga sebulan. Namun, saat ini kami menjual lebih dari seratus paket sebulan. Sekarang orang-orang di India merasakan manfaat ekonominya, karena kesadaran telah tumbuh dalam lima tahun terakhir,”paparnya seperti dinukil dari Salaam Gateway.

Tumbuhnya kesadaran pariwisata halal baru-baru ini dan meningkatnya jumlah turis Muslim di India membuat pemerintah India menunjuk Kerala, negara bagian pesisir selatan, sebagai salah satu wilayah destinasi halal yang harus dikunjungi.

Menurut laporan tahunan 2017-18 Kementerian Pariwisata India, meski jumlah spesifik wisatawan muslim belum tercatat, akan tetapi negara-negara Teluk Arab dan pengunjung Muslim lainnya seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia merupakan sumber utama dari total kedatangan turis asing yang mencapai 10.18 juta orang pada tahun 2017, tumbuh sekitar 15.6 persen di banding tahun sebelumnya.

Sejak 2010

Kendati baru ditetapkan sebagai destinasi yang harus disinggahi bagi pelancong muslim, sebetulnya para pelaku industri telah mengembangkan wisata halal di Kerala. Elaborasi ini ditandai dengan munculnya beragam fasilitas ramah Muslim sejak 2010 di Albarad Hotel, salah satu hotel bintang dua pada negara bagian tersebut.

“Pasar Timur Tengah, yang mendominasi dunia perjalanan halal saat ini, menunjukkan preferensi yang kuat terhadap Kerala sebagai tujuan wisatanya karena sejumlah alasan. Salah satunya adalah alamnya yang masih hijau, yang sangat kontras dengan lanskap gurun di negara asal mereka,”tutur Shan Ali Khan, pemilik agen wisata Kaimur Holidays yang berbasis di New Delhi.

Alasan lainnya, kedekatan emosi antara penduduk Kerala dan orang-orang Arab Teluk, sebenarnya telah terjalin lama. Setidaknya keakraban sentimental ini telah terjalin mulai pada awal abad ketujuh saat Islam mulai diperkenalkan di daerah ini.

Oleh karenanya, memanfaatkan semua keterkaitan dan keakraban ini, pada September 2017, otoritas pariwisata Kerala meluncurkan kampanye Yalla Kerala (Yalla berarti 'mari kita pergi' dalam bahasa Arab), untuk menarik wisatawan GCC.

Hotel-hotel lain mulai melirik

Di luar Albarad Hotel, hotel-hotel lainnya juga telah mulai melabeli produknya menjadi halal untuk meningkatkan kesadaran yang lebih besar terhadap pengunjung mengenai fasilitas ramah Muslim yang mereka miliki.

“Kami telah mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun sejak kami mulai menargetkan segmen ini. Kami telah merasakan pertumbuhan sekitar 15-20 persen secara keseluruhan tiap tahunnya. Khusus tahun lalu, kami menerima pesanan lebih dari 1.000 kamar dari tamu-tamu Muslim,” ujar Dhananjay Kumar, General Manager The Suryaa New Delhi Hotel.

Hotel bintang lima ini juga menawarkan makanan halal kepada para tamunya. Selain itu, Kumar mengatakan, tiga tahun lalu hotel yang dipimpinya sudah mulai memfokuskan secara khusus pada wisatawan medis yang mencari akomodasi dan fasilitas halal. (*)

 

Reporter: Emha S Ashor Editor: Ahmad Kholil