Senin, 1 Juni 2020
10 Shawwal 1441 H
Home / Ekbis / Winai Dahlan: Implementasi Industri Halal Dunia Masih Rendah
FOTO | Dok. romy.sharianews.com
Impelementasi industri halal secara detail dirasa masih sangat rendah, dikarenakan sertifikasi halal masih dilakukan oleh organisasi, akan lebih baik jika mendapat support penuh dari pemerintahan

Sharianews.com, Jakarta. Perkembangan industri halal banyak mendapat apresiasi positif, bukan hanya di negeri sendiri, tetapi juga di luar negeri. Meskipun dengan catatan, belum sepenuhnya mendapat dukungkan dari pemerintahan.

Demikian dikatakan oleh Prof. Dr. Winai Dahlan, Founder Halal Science Center Chulalongkorn University, Thailand, kepada sharianews.com, Selasa (23/10/2018) usai menjadi pemateri di even sidang tahunan ke-60 Islamic Chamber of Commerce Industry and Agriculture (ICCIA).

"Impelementasi secara detail dirasa masih sangat rendah, dikarenakan sertifikasi halal masih dilakukan oleh organisasi, akan lebih baik jika mendapat support penuh dari pemerintahan (goverment),"ujar Prof. Dr. Winai Dahlan, Founder Halal Science Center Chulalongkorn University, Thailand.

Lebih lanjut, profesor yang juga seorang cucu dari Pahlawan Nasional Ahmad Dahlan ini mengatakan,  jika pemerintah mengerti bagaimana pasar industri halal secara signifikan, maka menurutnya, potensi pasar industri halal sangatlah tinggi.

"Potensi industri ini sangatlah tinggi, akan tetapi kita harus bisa meyakinkan kalangan industri bahwa market industri sangatlah besar. Industri halal adalah masa depan, karena industri (halal) ini akan menjadi semakin besar ke depannya," Tegasnya.

Negara-negara yang tergabung dalam, Organization Islam Cooperation (OIC) juga memiliki peran sangat  penting dalam menumbuhkan pasar industri halal. Dengan 57 negara anggota yang tergabung dalam organisasi konferensi Islam dan dengan populasi 1.754 milyar penduduk muslim, persepsi paradigma dari halal market bisa bertranformasi menjadi visi yang baru.

Apalagi jika dilihat secara perspektif dunia, di mana populasinya saat ini berada di level 7600 milyar penduduk dan 1.810 penduduk muslim atau sekitar 24 persen dari pouiasi penduduk dunia.

Dengan potensi dan peluang pasar yang besar, menurutnya maka support pemerintah di negara-negara Islam lain terhadap industri halal ini juga dirasa masih belumlah cukup. "Saya rasa support pemerintah belumlah cukup mengenai industri halal ini, terutama di negara-negara muslim," tutur Winai Dahlan.

Karena itu menurutnya, yang mesti menjadi concern di masa depan ialah bagaimana pemerintah bisa meyakinkan atau mempromosikan industri halal, terutama di negara-negara non muslim.

"Jika pemerintah mengerti bagaimana pasar industri halal secara signifikan, saya rasa pemerintah akan fully support organisasi-organisasi halal di seluruh dunia,"tutupnya. (*)

Reporter: Romy Salahuddin Editor: Ahmad Kholil