Rabu, 27 Oktober 2021
21 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / Ziswaf / Wapres Ungkap Tiga Tantangan Lembaga Zakat dalam Pengelolaan Dana Zakat
Foto dok. Istimewa
Tiga tantangan besar yang dihadapi lembaga zakat

Sharianews.com, Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan, dalam hal pengelolaan dana zakat terdapat tiga tantangan besar yang dihadapi lembaga zakat.

Pertama, kemampuan bersinergi dan berkolaborasi dengan program pemerintah, khususnya isu kemiskinan dan kesenjangan sosial, terlebih dalam rangka pemulihan ekonomi akibat Covid-19. Kedua, pengelolaan zakat yang akuntabel dan tepat sasaran, serta memperhatikan standarisasi pengelolaan zakat secara global.

“Ketiga, pemberdayaan zakat terhadap mustahik atau 8 ashnaf, baik individual atau pelaku usaha mikro sehingga dapat meningkatkan hidup mustahik/penerima zakat. Hal ini tidak cukup dilakukan oleh pengelola zakat saja, namun seluruh pemangku kepentingan seperti asosiasi, pemerintah, otoritas, dan akademisi,” jelasnya, dalam Musyawarah Nasional (Munas) 9 Forum Zakat, Kamis (03/06).

Maka dari itu, melalui Munas ini, ia mengharapkan dapat memperkuat lagi tali silaturahmi antar lembaga pengelola zakat agar menghasilkan program perbaikan, pengelolaan dan pemberdayaan yang dapat dijalankan secara berkelanjutan.

“Saya ingin mengapresiasi dan berterimakasih kepada Forum Zakat atas peran dan sumbangannya terhadap pengembangan zakat di Indonesia, semoga membawa kemanfaatan dan kesejahteraan yang besar bagi masyarakat Indonesia,” ujar dia.

Ia juga mengapresiasi pemilihan tema Munas “Menguatkan Komitmen Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat” karena sangat relevan dengan kondisi aktual dengan kebutuhan saat ini.

“Permasalahan kemiskinan bersifat dimensional, yang penanganannya membutuhkan waktu dan peran dari berbagai pihak, kemiskinan tidak hanya mengenai persoalan ekonomi namun juga melibatkan banyak sektor lain seperti akses terhadap pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan lain-lain,” ujarnya.

Dalam kondisi perekonomian yang sedang mengalami penurunan karena adanya pandemi Covid-19, lanjut Wapres, peran zakat dapat menjadi salah satu alat untuk menahan penurunan daya beli masyarakat. “Peran ini seiring dengan berbagai bantuan sosial yang telah dikucurkan pemerintah selama masa pandemi,” tandasnya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman