Rabu, 27 Oktober 2021
21 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / Keuangan / Wapres Ungkap Tiga Pilar untuk Mencapai Visi Roadmap Perbankan Syariah 2020-2025
Wapres Ma'ruf Amin
Tiga pilar yang harus dilewati untuk mencapai visi tersebut

Sharianews.com, Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan visi Roadmap Perbankan Syariah 2020-2025 adalah mewujudkan perbankan syariah yang berdaya tahan (resilient), berdaya saing tinggi, dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan pembangunan sosial.

Untuk mencapai visi itu, terdapat tiga pilar yang harus dilewati untuk mencapai visi tersebut. Pilar pertama yakni penguatan identitas perbankan syariah dilakukan melalui sejumlah inisiatif strategis, yakni penguatan nilai-nilai syariah, pengembangan produk yang unik dan berdaya saing tinggi, penguatan permodalan dan efisiensi, serta akselerasi digitalisasi perbankan syariah.

 “Untuk itu, saya mengharapkan sejumlah upaya seperti penyusunan kode etik bankir syariah dan sertifikasi kompetensi bankir syariah dapat segera dilaksanakan,” jelasnya, dalam acara Halal Bihalal, bersama Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Jumat (28/05).

Pilar kedua, yakni sinergi ekosistem ekonomi syariah. Menurutnya, perbankan syariah diharapkan dapat memberikan layanan dan produk yang berdaya saing tinggi dan memenuhi kebutuhan ekosistem ekonomi syariah lainnya.

Hal tersebut dilakukan melalui sejumlah inisiatif strategis antar ekosistem syariah dan berpartisipasi dalam peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam kerangka ekosistem ekonomi syariah.

Selanjutnya, pilar ketiga adalah penguatan perizinan, pengaturan dan pengawasan. Pemerintah akan mendukung dan memfasilitasi berbagai upaya yang dibutuhkan guna mewujudkan perizinan, pengaturan dan pengawasan industri perbankan syariah yang semakin baik ke depannya.

“Implementasi ketiga pilar dari Roadmap Perbankan Syariah 2020-2025 tentu membutuhkan sinergi dan kerja sama antara semua pihak yang terkait. Dalam hal ini, Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator, Kementerian dan Lembaga, Industri Perbankan Syariah dan berbagai pihak terkait lainnya,” kata dia.

Rep. Aldiansyah Nurrahman