Rabu, 27 Oktober 2021
21 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / Keuangan / Wapres Ungkap 4 Hal yang Mendukung Perkembangan Asuransi Syariah
Foto dok. Setneg
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan industri asuransi syariah memiliki prospek yang cukup menjanjikan.

Sharianews.com, Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan industri asuransi syariah memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Setidaknya terdapat empat hal yang mendukung perkembangan industri asuransi syariah.

Pertama, mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam. Kedua, adanya peningkatan terhadap halal awarness terhadap masyarakat kelas menengah muslim dan generasi milenial. Ketiga, efek pandemi Covid-19 serta banyaknya bencana alam yang mengakibatkan kebutuhan jasa perlindungan atas risiko harta, jiwa dan kesehatan menjadi meningkat.

Keempat, adanya dukungan dan komitmen pemerintahan Indonesia melalui pengembangan keuangan dan ekonomi syariah dengan terbitnya Perpres no.28 tahun 2020 Tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

“Asuransi syariah memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh asuransi lainnya. Dengan metode ta’awwun atau tolong menolong yang disertai dengan landasan operasional yang transparansi untuk menghidari pihak-pihak yang dirugikan dan jauh dari praktek riba. Keunggulan dari nilai-nilai ini agar terus dapat diresapi dan dijaga,” jelasnya, ketika Rapat AnggotaTahunan (RAT) Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Rabu (24/03).

Untuk itu, ia berpesan kepada AASI sebagai wadah perusahaan asuransi dan reasuransi syariah diharapkan dapat terus berperan aktif menjembatani para pemangku kepentingan syariah, sehingga marwah ekonomi dan keuangan syariah dapat terjaga dengan baik.

Wapres yang juga Ketua Dewan Penasehat AASI ini menambahkan, industri asuransi syariah di Indonesia telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, diawali dari berdirinya perusahaan asuransi syariah Takaful Indonesia pada tahun 1994, dan kini jumlah semakin bertambah, mencapai 13 perusahaan asuransi syariah, serta 46 unit usaha syariah.

Banyaknya jumlah perusahaan asuransi syariah saat ini, belum dibarengi oleh perluasan pangsa pasar keuangan syariah secara nasional, yang mana porsi keuangan syariah nonbank, termasuk industri asuransi syariah di dalamnya, per september 2020 menunjukkan angka sebesar 4,43 persen.

Rep. Aldiansyah Nurrahman