Sabtu, 8 Mei 2021
27 Ramadan 1442 H
Home / Ekbis / Wapres: Indonesia Butuh Strategi Agresif untuk Gerakkan Ekonomi Syariah
Foto dok. Setneg
Indonesia bisa diakui sebagai eksportir produk halal terbesar

Sharianews.com, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut Indonesia perlu menerapkan strategi agresif untuk mendorong pembangunan ekonomi dan keuangan berbasis syariah.

Untuk mengembangkan hal itu, ia menjelaskan, data produk halal di dalam negeri menjadi tantangan terbesar.

“Kodifikasi dan pencatatan ekspor produk halal Indonesia harus lengkap. Sehingga, Indonesia bisa diakui sebagai eksportir produk halal terbesar. Kita butuh gerakan agresif,” ujarnya, dalam pertemuan dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), di Jakarta, Senin (26/04).

Melansir dari Antara, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian KNEKS ini menerangkan, kurangnya sistem pendataan yang baik untuk produk halal menjadi salah satu kendala yang menghambat proses sertifikasi dan identifikasi jenisnya.

Potensi produk yang beragam, termasuk makanan dan minuman, obat-obatan, kosmetik, dan faesyen, untuk dikembangkan di industri halal dalam negeri akan membutuhkan sistem pendataan yang baik untuk mendorong ekspor.

Pemerintah menargetkan untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen produk halal terbesar di dunia pada tahun 2024.

The State of Global Islamic Economy Report 2019-2020 menyatakan peningkatan peringkat Indonesia sebagai produsen produk halal dunia, dari peringkat 10 dan naik menjadi peringkat kelima, di atasnya ada Malaysia, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Arab Saudi.

Hadir pada pertemuan ini, Direktur Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo, Direktur Layanan Keuangan Syariah KNEKS Taufik Hidayat, Direktur Keuangan Sosial Syariah Ahmad Juwaini, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Putu Rahwidhiyasa, Direktur Industri Produk Halal Afdhal Aliasar, dan Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Sutan Emir Hidayat.

Rep. Aldiansyah Nurrahman