Minggu, 12 Juli 2020
22 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Keuangan / Wapres: Ekonomi Syariah Mampu Memperkokoh Ketahanan Ekonomi Indonesia
Dengan prinsip syariah ketahanan ekonomi Indonesia semakin kokoh. 

Sharianews.com, Bank Indonesia (BI) bersama Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menyelenggarakan ISEF 2019 yang berlangsung pada 12-17 November 2019, di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, ekonomi syariah mampu mendorong dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Dengan prinsip syariah ketahanan ekonomi Indonesia semakin kokoh. 

Ia mengingatkan, tujuan bernegara untuk memajukan dan menyejahterakan rakyatnya. Kesejahteraan tersebut salah satunya bisa diukur dari kegiatan ekonomi. 

"Untuk itu diperlukan mekanisme agar masyarakat yang memiliki sumber daya keuangan dapat berpartisipasi. Sementara masyarakat yang membutuhkan tersedia akses seluasnya-luasnya," papar Ma’ruf dalam ISEF, Rabu (13/11). 

Indonesia membutuhkan prinsip kegiatan ekonomi untuk menjalankan roda masyarakat. Baik bagi yang memiliki sumber daya keuangan maupun yang membutuhkan. Ekonomi syariah bisa menjawab tantangan jawaban tersebut. 

Ma’ruf mengakui, ekonomi syariah masih tertinggal dari ekonomi konvensional. Market share ekonomi syariah nasional baru 8,6 persen. Khusus perbankan syariah yang baru menyentuh 5,6 persen. 

Karenanya, diperlukan upaya untuk mengembangkan. Namun menurutnya, masyarakat tidak perlu membenturkan ekonomi syariah dengan ekonomi konvensional, karena Indonesia memang menganut dua sistem ekonomi.

Sebagai informasi, ISEF kali ini merupakan penyelenggaraan yang keenam. Penyelenggaraan ISEF 2019 cukup berbeda dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya, ISEF selalu diselenggarakan di Surabaya. Untuk tahun ini dilaksanakan di Jakarta. Selain itu, sebelumnya ISEF hanya bertaraf nasional, kini ISEF bertaraf internasional. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo