Selasa, 19 November 2019
22 Rabi‘ al-awwal 1441 H
Home / Ziswaf / Wapres Buka Konferensi World Zakat Forum 2019
Foto/dok.baznas
Indonesia memiliki visi untuk menjadi negara sebagai pusat ekonomi syariah dunia, dengan berkomitmen mendukung berbagai aspek ekonomi syariah, termasuk pengembangan zakat.

Sharianews.com, Bandung ~ Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin membuka Konferensi World Zakat Forum 2019 didampingi Sekretaris Jenderal World Zakat Forum, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA CA. Beberapa menteri pun turut diundang menjadi pembicara dalam forum ini di antaranya Menteri Agama RI, Fahrul Razi; Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, serta Menteri PPN Suharso Monoarfa.

Di hadapan 300 peserta konferensi yang berasal dari 28 negara, KH Ma’ruf Amin mengatakan, sebagai wakil dari pemerintahan, ia ikut bangga menjadi bagian dari pembukaan pertemuan pegiat zakat dunia ini karena semangat yang dijunjung dalam WZF ini untuk membangun gerakan zakat dunia.

“Saya merasa terhormat membuka acara yang sangat penting dalam pertemuan dunia WZF ini untuk saling bertukar pikiran, sharing dalam mengelola zakat,” ujar Ma'ruf Amin.

Wapres mengatakan, saat ini, Indonesia memiliki visi untuk menjadi negara sebagai pusat ekonomi syariah dunia, dengan berkomitmen mendukung berbagai aspek ekonomi syariah, termasuk pengembangan zakat.

“Pemerintah akan memperkuat lembaga keuangan yang berbasis syariah untuk meningkatkan industri halal, industri syariah, dan juga peningkatan sosial funding,” jelas Wapres.

Sementara itu Prof Dr Bambang Sudibyo yang juga menjabat sebagai Ketua Baznas mengatakan, Tema "Optimizing Global Zakat Role through Digital Technology" ini diambil karena, saat ini, memasuki era industri 4.0, teknologi digital sudah menjadi keharusan dalam industri keuangan dan dana zakat yang menjadi bagian terpenting sebagai sumber keuangan syariah sosial yang sangat potensial.

“Oleh karena itu, akhir konferensi ini diharapkan menghasilkan resolusi yang baik dalam mengoptimalkan Peran Zakat Global melalui Teknologi Digital,” ungkap Bambang.

Ia mengatakan, penggunaan dana zakat harus memiliki makna strategis untuk menegakkan ukhuwah, persaudaraan, kolaborasi, dan solidaritas di antara negara-negara Muslim dan umat untuk mencapai tujuan bersama.

Selama ajang WZF berlangsung, 25 pembicara akan menyampaikan paparan mengenai pengelolaan zakat di era digital, di antaranya Dr. Syed Zafar dari India, Dr. Elnur Salihovic dari Bosnia-Herzegovina, Muhammad Lawal Maidoki dari Nigeria dan Dr. M. Ayub Miah Bangladesh. Selain itu, dalam kegiatan ini juga digelar rapat tahunan yang akan diikuti oleh seluruh anggota WZF.

“Para pembicara membahas berbagai materi seperti Fiqh kontemporer dalam zakat digital, peraturan dan peran pemerintah dalam digitalisasi zakat, manajemen zakat digital, manajemen risiko untuk lembaga zakat di era digital, memperkuat peran WZF melalui teknologi digital, serta mempererat kerja sama zakat antar negara di era digital,” ujarnya.

Selain negara peserta, hadir pula Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) se-Indonesia, pimpinan daerah dan dinas terkait, akademisi dan peneliti, Lembaga Amil Zakat, Organisasi non-pemerintah, perwakilan institusi multinasional, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Tamu undangan disuguhkan pameran atau exhibition oleh Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/kota, Lembaga Amil Zakat dan berbagai perusahaan yang bergerak dalam bidang digital. Berbagai inovasi digital dan produk binaan akan dipamerkan dalam booth ini.

Konferensi internasional WZF 2019 merupakan kelanjutan dari konferensi tahun sebelumnya yang digelar di Melaka, Malaysia. Konferensi yang digelar pada Desember 2018 ini menghasilkan “11 Resolusi Melaka 2018”, yang secara garis besar menyerukan penguatan kerja sama zakat global.

Sebelumnya, serangkaian konferensi diselenggarakan di Bogor (2011), New York (2014), Banda Aceh (2015), Kuala Lumpur (2015), Jakarta (2017), dan Melaka (2018). Awalnya, pada tahap inisiasi forum ini hanya memiliki 9 anggota dari Indonesia, Malaysia, Qatar, Kuwait, Turki, Inggris, Bahrain, Yordania, Sudan, dan Arab Saudi. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo