Sabtu, 16 Januari 2021
03 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Lifestyle / Wamenag: Indonesia Butuh 5 Juta Ekslempar Al-Quran Per Tahun
Foto dok. Kemenag
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan kemampuan produksi cetak Al-Quran di Unit Percetakan Al-Quran (UPQ) Ciawi, Bogor, berkisar 1 juta eksemplar per tahun. Sementara kebutuhan Al-Quran umat Islam Indonesia itu mencapai 4-5 juta setiap tahunnya.

Sharianews.com, Bogor - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan kemampuan produksi cetak Al-Quran di Unit Percetakan Al-Quran (UPQ) Ciawi, Bogor, berkisar 1 juta eksemplar per tahun. Sementara kebutuhan Al-Quran umat Islam Indonesia itu mencapai 4-5 juta setiap tahunnya.

"Kalau kita ambil 10 persen saja dari jumlah umat Islam di Indonesia, mestinya sekitar 21 juta. Namun ini masih jauh dari ideal. Untuk itu pemerintah akan memberi perhatian yang besar untuk UPQ ini," ucap Zainut Tauhid dalam kunjungannya ke UPQ Kementerian Agama yang berada di Jalan Raya Puncak, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/6).

Menurutnya, UPQ ini harus dikembangkan demi menghadapi tuntutan ke depan, terutama dari aspek kebutuhan Al-Quran umat Islam yang setiap tahunnya pasti meningkat. Untuk itu, Kementerian Agama akan mencoba menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak dalam menambah kapasitas produksi percetakan Al-Quran di UPQ.

"Perlu ada modernisasi mesin cetak dan tempat percetakannya. Ini akan kami laporkan kepada Bapak Menteri Agama," sambung dia.

Dalam keterangan  resmi Kementerian Agama, pada kesempatan Zainut dan rombongan meninjau sejumlah mesin percetakan di UPQ hingga proses akhir percetakan Al-Quran. Peninjauan mulai dari mesin cetak web goss, mesin jahit otomatis, mesin paperblocking, mesin case masker, mesin gathering, mesin sheet dan mesin jahit semi otomatis.

"Saya merasa bangga dengan keberadaan UPQ Kementerian Agama. Bangga karena kita masih memilki semangat untuk mencetak Al-Quran yang menjadi sangat penting bagi umat Islam dan menjadi pedoman hidup umat Islam," ujar dia.

Turut mendampingi, Sekretaris Bimas Islam Tarmizi Tohor, Kepala Perencanaan Setjen Kemenag Ali Rokhmad dan Kepala UPQ Ciawi Jamaluddin M Marki.

Rep. Aldiansyah Nurrahman