Kamis, 17 Oktober 2019
18 Ṣafar 1441 H
Home / Ziswaf / Wakafpreneur, Bangkitkan Wakaf dengan Kewirausahaan
Founder wakafpreneur, Imam Nurazis saat menjadi pembicara di Seminar wakaf Universitas Indonesia
Wakafprenuer sebagai gerakkan berbasis wakaf dan enterpreneurship, banyak melakukan kegiatan wakaf seperti wakaf talk, wakaf training, wakaf transform, dan wakaf tour.

Sharianews.com, DepokFounder Wakafprenuer, Imam Nur Aziz menjelaskan bagaimana cara nazir agar mengerti berbagai macam wakaf. Ia mengatakan harus ada yang namanya literasi.

"Kalau yang dijelaskan Rasulullah, iqra (bacalah), nah, iqra ini tidak boleh berhenti," ujarnya ketika ditemui di seminar wakaf UI, beberapa hari lalu.

Imam menambahkan, kegiatan seperti seminar maupun diskusi harus ada lanjutannya. Wakafprenuer sebagai gerakkan berbasis wakaf dan enterpreneurship, banyak melakukan kegiatan wakaf seperti wakaf talk, wakaf training, wakaf transform,
dan wakaf tour.

"Karena dalam hadis dikatakan kalau seseorang itu bangun pagi hanya memikirkan profit saja maka dia akan di buat bingung oleh Allah Swt," imbuh Imam.

Oleh karena itu seorang enterpreneur ini, dikatakan Imam, bisa mewakafkan apapun seperti wakaf uang, non-uang, benda bergerak/tidak bergerak, bahkan umur yang dimiliki, waktu yang dimiliki, tenaga yang dimiliki.

"Apalagi apa-apa yang melekat pada diri kita bisa diwakafkan," ujar Imam yang juga anggota Badan Wakaf Indonesia.

Dalam menjalankan wakafprenuer harus memerhatikan 5C yakni Campaign (kampanye), Create (menciptakan), Conversion (konversi), Competent (kompeten), dan Comply (taat regulasi).

"Ekosistem ini yang kita harus bangun dengan 5C tadi, dengn harapan makin banyak orang berwakaf dan makin banyak untung dunia dan untung akhirat," tutup Imam. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo