Rabu, 12 Agustus 2020
23 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Keuangan / Wakaf Uang di Koperasi Syariah Terkumpul Rp33,37 Miliar
Kepala Divisi Dana Sosial Keagamaan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Urip Budiarto mengatakan ada sebanyak 154 koperasi syariah yang sudah terdaftar sebagai nazir wakaf uang.

Sharianews.com, Koperasi Syariah memiliki peran sosial. Salah satu bentuk sosial yang dikelola koperasi syariah adalah wakaf uang.

Kepala Divisi Dana Sosial Keagamaan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Urip Budiarto mengatakan ada sebanyak 154 koperasi syariah yang sudah terdaftar sebagai nazir wakaf uang.

“Dari jumlah itu menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, ada 113 yang melapor menerima dana wakaf uang. Total terkumpul senilai total Rp33,37 miliar dari 113 koperasi tersebut,” ungkapnya kepada Sharianews.com, baru-baru ini.

113 koperasi syariah ini, tersebar di 11 provinsi, antara lain Sumatera, Riau, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut Urip menyampaikan, koperasi syariah yang tidak melapor disebabkan beberapa hal, seperti tidak melapor, stuktur koperasi syariah tidak optimal, lalu sumber daya manusia sosialnya lebih fokus ke zakat, infak, dan sedekah, Kemudian tidak memperoleh penghimpunan wakaf uang, serta kelalaian pelaporan.

Sementara itu, Presiden Direktur Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia BMI Kamaruddin Batubara mengatakan wakaf uang atau melalui uang sama-sama memiliki dimensi komersial dan sangat bisa dikembangkan.

“Wakaf uang yaitu uang tunai yang dititipkan di BMT dalam periode tertentu, bisa difokuskan untuk pinjaman (qordhul hassan). Namun, hasilnyasusah diproyeksi karena tergantung keikhlasan peminjam/debitu,” jelas Kamaruddin.

Kamradduin menambahkan, wakaf melalui uang yang dikumpulkan untuk membeli aset tertentu atau investasi tertentu lebih menguntungkan jika manajemennya baik. Hasilnya bisa untuk operasional BMT (10 persen) keuntungan atau operasional bisnisnya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman