Selasa, 22 Oktober 2019
23 Ṣafar 1441 H
Home / Ziswaf / Wakaf tidak Harus Menunggu Kaya
FOTO I Dok. Plant growing
Seperti diketahui, wakaf merupakan salah satu aspek ajaran Islam yang memiliki dimensi spiritual.

Sharianews.com, Jakarta ~ Praktisi ekonomi syariah, Adiwarman Karim, mengatakan bahwasanya untuk berwakaf tidak harus menunggu kaya terlebih dahulu.

"Karena rezeki kita tidak akan berkurang dengan wakaf, malahan falahun ajrun ghairu mamnuuun, semuanya sudah rahasia Allah," terang Adiwarman dalam kegiatan Dompet Dhuafa, Jakarta, Selasa (5/3).

Adiwarman yang juga aktif di DSN Majelis Ulama Indonesia ini berpesan kepada setiap orang untuk berwakaf dengan apa yang dimiliki.

"Wakaf itu dimulai dengan apa yang kita miliki, give the best that you have, in the best will came back to you," sambung Adiwarman.

Ia mencontohkan juga mengenai apa saja yang bisa diwakafkan oleh seorang Muslim, misalnya seseorang yang bisa bernyanyi bisa berwakaf dengan nyanyianya, begitu juga dengan pelukis, maupun ahli teknologi.

"Whatever yang bisa kita lakukan selalu berikan yang terbaik dan yang terbaik itu akan kembali kepada kita sendiri nantinya," terang Adiwarman yang juga menjadi dewan pengawas di berbagai lembaga perbankan syariah.

Seperti diketahui, wakaf merupakan salah satu aspek ajaran Islam yang memiliki dimensi spiritual.

Selain itu pula, wakaf merupakan poin penting untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi. Inilah dimensi sosial dari wakaf.

Tantangannya adalah bagaimana mempertahankan praktik wakaf serta mengembangkan agar lebih bermanfaat untuk masyarakat.

Dengan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia, pengelolaan wakaf bertambah penting bahkan mendesak.

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo