Sabtu, 8 Mei 2021
27 Ramadan 1442 H
Home / Ziswaf / WaCIDS Dorong Peningkatan SDI Penyuluh Agama Islam di KUA
WaCIDS berharap kolaborasi antara berbagai pihak terkait dapat ditingkatkan

Sharianews.com, Jakarta - Waqf Center For Indonesian Development Studies (WaCIDS) mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas Sumber Daya Insani (SDI) Penyuluh Agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA).

Untuk itu, Anggota Divisi Humas dan Publikasi WaCIDS Suhail mengatakan sebagai lembaga riset dan think tank independen yang fokus di bidang wakaf, WaCIDS berharap kolaborasi antara berbagai pihak terkait dapat ditingkatkan.

“Dengan demikian, penyuluh KUA yang biasa mengisi di majelis taklim dapat turut meningkatkan pemahaman dan literasi wakaf masyarakat,” jelasnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Sharianews.com, Sabtu (18/04).

Berdasarkan Dokumen Rencana Strategis Kemenag 2020-2024, terdapat setidaknya 50.195 Penyuluh Agama Islam PNS dan non-PNS di 5.945 KUA seluruh Indonesia. Dengan jumlah penduduk beragama Islam mencapai lebih dari 229 juta, maka rasionya adalah 1: 4.576. Artinya, satu orang penyuluh agama Islam bertugas untuk melayani pertanyaan dari 4.576 masyarakat.

Termasuk dalam tugas penyuluh agama antara lain untuk memberikan sosialisasi tentang wakaf kepada masyarakat. Berdasarkan UU Nomor 41 tentang Wakaf, KUA merupakan tempat untuk mengurus berbagai hal administratif terkait perwakafan, termasuk pendaftaran nazir, pemberhentian nazhir, pendaftaran harta benda wakaf, dan perubahan status harta benda wakaf.

Sebagai representasi dari Kemenag yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, lanjut Suhail, idealnya pegawai di KUA beserta para penyuluh memahami seluk beluk wakaf dan berbagai inovasinya.

Dengan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik, pegawai dan penyuluh dapat memberikan informasi dan jawaban yang benar terkait perwakafan kepada masyarakat terkait perwakafan. Hal ini penting mengingat pemahaman masyarakat tentang wakaf, yang diukur dari indeks literasi wakaf, masih tergolong rendah.

WaCIDS bersama pegiat dana sosial keagamaan lain belum lama ini menghadiri acara yang diselenggarakan Kemenag melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam bertajuk "Serap Aspirasi Model KUA” Percontohan Ekonomi Umat".

Kegiatan tersebut diadakan dalam rangka memetakan aksi nasional pengentasan kemiskinan serta mendukung program revitalisasi KUA dalam bidang pemberdayaan ekonomi umat dan layanan bimbingan zakat dan wakaf.

Acara ini berlangsung secara daring dan luring di hotel Le Meridien Jakarta dihadiri oleh berbagai pimpinan dan perwakilan lembaga zakat serta wakaf, kementrian agama, kementrian desa, kementrian sosial, serta para profesor dan pakar terkait zakat dan wakaf dari berbagai universitas.

Rep. Aldiansyah Nurrahman

Tags: