Selasa, 25 Januari 2022
22 Jumada al-akhirah 1443 H
Home / Lifestyle / Vaksin Mulai Pekan Depan, Menko Airlangga: Tunggu Izin BPOM dan Kehalalan
Foto dok. Pexels
Sebagian vaksin sudah didistribusikan ke berbagai daerah dan sisanya masih disimpan di PT Bio Farma.

Sharianews.com, Jakarta - Pemerintah menyiapkan strategi untuk meraih peluang pemulihan ekonomi pada 2021, salah satunya melalui vaksinasi Covid-19. Penanganan Covid-19 melalui vaksin Covid-19 akan menjadi game changer pemulihan ekonomi.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan vaksinasi Covid-19 telah hadir, jumlahnya ada sebanyak 3 juta dosis. Sebagian vaksin sudah didistribusikan ke berbagai daerah dan sisanya masih disimpan di PT Bio Farma.

Pemerintah menjadwalkan program vaksinasi Covid-19 dimulai pekan depan. Vaksin Sinovac yang bakal dipakai masih menunggu izin guna darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pemerintah juga masih menunggu fatwa halal produk vaksin Covid-19 dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Sedang menunggu daripada EUA dari Badan POM dan juga tunggu kehalalan daripada vaksin ini," jelasnya menegaskan, di Jakarta, Senin (04/01).

Sejumlah data penelitian vaksin dari negara lain menjadi data pendukung percepatan izin guna dan fatwa halal. "Data dari Turki, data Bandung, serta data-data scientific yang berasal dari Brasil dan Sinovac itu sendiri," ujar Airlangga.

Sebagai informasi, sebanyak 1,3 juta tenaga kesehatan akan menjadi kelompok pertama yang menerima vaksin. Kelompok prioritas berikutnya ialah 17,4 juta petugas pelayanan publik.

Ketiga, vaksin diberikan ke kelompok lanjut usia di atas 60 tahun yang jumlahnya 21,5 juta orang. Terakhir, vaksin diberikan ke masyarakat umum.

Setiap negara memiliki tahapan vaksinasi yang berbeda-beda. Namun, semua negara kompak menjadikan tenaga kesehatan prioritas utama program vaksinasi.

Rep. Aldiansyah Nurrahman