Rabu, 20 Januari 2021
07 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Lifestyle / Usai Sinovac Ditetapkan Halal MUI, Wapres: Penggunaannya Masih Tergantung BPOM
Foto dok. Setneg
Keberlakuannya fatwa ini masih muallaq

Sharianews.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyepakati bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac Lifescience Co yang sertifikasinya diajukan Biofarma suci dan halal.

Namun demikian, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan bahwa meskipun telah mendapatkan fatwa halal dari MUI, kebolehan penggunaan Vaksin Sinovac masih tergantung keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

 “Keberlakuannya fatwa ini masih muallaq, masih tergantung dari BPOM, (tetapi) ini memang sangat diperlukan untuk menenangkan masyarakat,” jelasnya menegaskan, Sabtu (09/01).

Wapres berharap proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia dapat berjalan dengan baik, karena hal ini merupakan penentu keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 dan segala dampaknya.

“Jadi, masalah ekonomi dan sosial itu tergantung pada penanganan Covid, (dan) penanganan Covid sekarang penentunya adalah vaksinasi,” ujarnya.

Di samping itu, Wapres juga mengingatkan setelah vaksinasi, penerapan protokol kesehatan juga harus tetap digalakkan. “Jadi memang dua hal ini harus tetap, yaitu (pertama) masyarakat harus siap divaksin dan kedua tetap menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Dikesempatan yang sama, Wapres mewakili pemerintah mengucapkan terimakasih sekaligus mengapresiasi kerja cepat MUI dalam membantu menghadapi pandemi Covid-19. Terutama dengan dikeluarkannya kehalalan vaksin Sinovac yang efeknya dapat menimbulkan ketenangan masyarakat.

Selama ini, dinialinya, MUI sudah mendukung penanganan Covid-19 dengan fatwa-fatwanya, mulai dari penanganan ibadah, cara ibadah, pengurusan jenazah yang terkena Covid, dan lain sebagainya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman

Tags: