Kamis, 21 Maret 2019
15 Rajab 1440 H
x
FOTO I Dok. Ebaba Muslim
Ventje mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan wakaf ini, sebagai bagian dari gaya hidup di Indonesia.

Sharianews.com, Jakarta ~ 

Badan Wakaf Indonesia (BWI) tengah mengupayakan digitalisasi aset wakaf. Demikian disampaikan Komisioner BWI, Nurul Huda.

Ia mengatakan, digitalisasi aset wakaf ini tidak bisa berdiri sendiri. BWI bersinergi dengan Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Agama.

“Sinergi kita dengan BI, dan juga kita minta bantuan Kementerian Agama untuk digitalisasi aset wakaf,” jelasnya, di Jakarta, Selasa (12/3).

Huda mengungkapkan, fitur aplikasi tersebut sudah disiapkan “Tinggal klik, akan keluar daerahnya, posisinya di mana, itu sudah disiapkan,” sambung Hadi.

Dengan begitu, diharapkan Huda, masyarakat akan dengan mudah melihat aset-aset wakaf. “Sekali lagi, BWI tidak bisa kerja sendiri, makanya menggandeng BI untuk digitalisasi aset wakaf ini,” tutur Hadi.

Di kesempatan yang berbeda, Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Ventje Rahardjo Soedigno mendorong adanya perubahan pada BWI yakni dengan pembuatan digitalisasi wakaf.

"Kita perlu rangkul proses digitalisasi ini, karena proses baru terhadap perwakafan supaya bisa mendorong anak milenial untuk melakukan wakaf cukup dengan handphone," ujar Ventje.

KNKS ingin menjadi bagian pergerakan digitalisasi wakaf bagi kaum milenial, untuk mewujudkan perwakafan Indonesia yang lebih baik. "Kami siap mencari jalan untuk merubah regulasi kalau diperlukan,” imbuh Ventje.

Ventje mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan wakaf ini, sebagai bagian dari gaya hidup di Indonesia. (*)

 

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo