Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Lifestyle / Upaya Korea Selatan Menjangkau Industri Halal
FOTO I Dok. beautynesia.id
Guna memenuhi upaya tersebut, beberapa waktu lalu, Presiden Moon Jae-in berkunjung ke Malaysia guna menjalin kerja sama. Salah satunya, berkaitan dengan industri halal.

Sharianews.com, Korea Selatan, sebagai negara minoritas Muslim, saat ini tengah berupaya memaksimalkan industri halal. Upaya ini dalam rangka memenuhi pasar halal di tingkat internasional.

Guna memenuhi upaya tersebut, beberapa waktu lalu, Presiden Moon Jae-in berkunjung ke Malaysia guna menjalin kerja sama. Salah satunya, berkaitan dengan industri halal.

Sebelumnya, Korea Selatan telah memproses pembentukan laboratorium halal nasionalnya sendiri, sebagaimana Filipina. Mengingat permintaan pasar yang meningkat, baik dalam negeri maupun ekspor, laboratorium halal Korea diharapkan siap beroperasi tahun ini.

“Sektor ekspor dan domestik, keduanya penting. Namun, kami lebih fokus pada sektor ekspor daripada dalam negeri. Ini termasuk memperkenalkan produk-produk pertanian-pangan Korea ke pasar-pasar Islam. Seperti Asia Tenggara dan Timur Tengah,” ucap Dr. YoungMin Choi, Peneliti Senior di Institut Penelitian Makanan Korea (KFRI) yang didanai negara, melansir dari Salaam Gateway.

Dr. Choi mengatakan, laboratorium tersebut akan membantu memenuhi peningkatan permintaan pasar. Karena masalah teknis yang dihadapi perusahaan ekspor makanan pertanian Korea saat, belum bisa diatasi sempurna. Seperti halnya pengurangan alkohol agar sesuai standar halal, khusus untuk makanan fermentasi tradisional (seperti kimchi, kecap kedelai).

Laboratorium yang memenuhi persyaratan ISO 17025, nantinya memastikan bahwa hasil badan analitik domestik akan diterima oleh lembaga sertifikasi halal.

Perusahaan makanan domestik saat ini, lanjut peneliti KFRI, telah menghabiskan banyak waktu dan uang untuk memperoleh berbagai sertifikasi halal. Hal ini yang menjadi penghalang bagi Korea untuk memasuki pasar makanan halal.

Pemerintah Korea, khususnya Kementerian Pertanian, Pangan dan Urusan Pedesaan (MAFRA), sedang menerapkan berbagai kebijakan untuk mengembangkan pasar baru tersebut. Guna mendiversifikasi tujuan ekspor Republik untuk produk pertanian dalam negeri.

Secara global, Dr. Choi mengungkapkan, produk halal Korea telah mengekspor kopi instan dan bumbu ke Eropa. Kemudian mie, kue, beras dan saus ke Asia Tenggara, serta kosmetik, buah segar, susu formula dan makanan ringan ke Timur Tengah.

Bahkan produk Korea seperti kimchi dan pir bersertifikasi halal sudah disimpan di rak-rak supermarket di Dubai, tempat mereka membawa cap persetujuan dari Otoritas Emirates untuk Standardisasi dan Metrologi (ESMA).

Menurut Dr. Choi, dalam presentasinya di Forum Industri Halal Internasional di Dubai pada 18 Februari, mengutip Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corp, Ekspor pertanian Korea ke 57 negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) terus berkembang. Dari semula 356.600 ton pada 2014 menjadi 518.700 ton pada 2018. (*)

 

 

 

 

 

Reporter: Fathia Editor: Achi Hartoyo