Selasa, 17 September 2019
18 Muḥarram 1441 H
Home / Global / Upaya Filipina Genjot Ekspor Produk Halal
FOTO I Dok. kbknews.id
Filipina melalui Departemen Industri dan Perdagangan (The Department of Trade and Industry/DTI) dengan resmi meluncurkan logo halal yang baru.

Sharianews.com, Jakarta. Sebagai bagian dari upaya untuk menggenjot ekspor halal yang setiap tahunnya ditargetkan sebesar enam hingga delapan persen, baru-baru ini Filipina melalui Departemen Industri dan Perdagangan (The Department of Trade and Industry/DTI) dengan resmi meluncurkan logo halal yang baru.

“Kami ingin melihat ekspor produk halal di negara ini pada masa depan menjadi yang utama. Dengan logo ini, produk kami dapat diidentifikasi dengan mudah oleh konsumen dunia sebagai produk yang telah disertifikasi halal,” ujar Menteri Perdagangan Filipina Ramon M. Lopez saat dikonfirmasi Halal Focus di Konferensi Halal Nasional yang diadakan di Clark, Filipina, pada Kamis, 3 Juli 2019 lalu

Di saat yang sama, perusahaan-perusahaan di Filipina yang sudah terlanjur menggunakan cap halal yang lama dari lembaga sertifikasi halal negaranya, Lopez menegaskan bahwa hal itu masih akan diperbolehkan.

Selain peluncuran logo baru, dia menambahkan, Kementerian Perdagangan dan biro akreditasi DTI akan melakukan strategi lainnya dengan membantu lembaga sertifikasi halal mempromosikan komoditas tersebut.

Di samping itu, Lopez juga mendorong usaha mikro, kecil dan menengah terutama di pedesaan di negaranya supaya mau mengembangkan dan mengeksplorasi permintaan yang semakin meningkat terhadap produk bersertifikat halal.

Menanggapi hal demikian, secara terpisah Kepala DTI Adrian S. Cristobal Jr menuturkan, dirinya optimis jika kolaborasi yang lebih besar antara berbagai pihak bisa diimplementasikan dan berjalan mulus, negaranya dapat melayani kebutuhan produk halal baik di pasar domestik maupun luar negeri.  

Capai USD 560 Juta

Berdasarkan data DTI jumlah ekspor halal di Filipina pada 2018 lalu diperkirakan mencapai 560 juta dolar AS. Dari jumlah ini, 90 persen terdiri dari makanan dan minuman non-alkohol, sedangkan volume sisanya adalah produk perawatan pribadi, kosmetik, farmasi, dan bahan pembersih pakaian. Pasar utama untuk produk-produk ini ialah Timur Tengah, Asia Tenggara dan Afrika Selatan.

Adapun posisi pasar komoditas halal global dari berbagai jenis, menurut catatan DTI, saat ini bernilai sekitar 2,6 triliun dolar AS. Dengan rincian 62 persen di antaranya adalah makanan dan minuman diikuti oleh obat-obatan sebanyak 22 persen, kosmetik dan perawatan pribadi 10 persen, fitokimia atau pangan fungsional berupa herbal dan sejenisnya berjumlah 6 persen.

Sementara pada tahun 2025, satu dari sekian sektor terbesar ekonomi syariah tersebut secara global diperkirakan menyentuh angka 10 triliun dolar AS, dengan khusus di segmen makanan dan minuman diperkirakan akan mencapai 1,93 triliun dolar AS pada tahun 2022 mendatang.

Wakil Sekretaris Bagian Urusan Khusus dan Promosi Dagang DTI Abdulgani M. Macatoman memaparkan, adanya pertumbuhan barang ekspor halal salah satunya didorong oleh meningkatnya permintaan dari negara-negara dengan populasi mayoritas Muslim.

“Melonjaknya tuntutan terhadap ketersediaan komoditas halal baik dari dalam dan luar negeri juga dipengaruhi oleh konsumen yang sadar kesehatan serta mereka yang menganggap standar makanan islami itu lebih menarik,” imbuh Macatoman. (*)

 

Reporter: Emha S Ashor Editor: Achi Hartoyo

Tags: