Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO I Dok. Mandiri Syariah
Laba bersih Mandiri Syariah pada triwulan III 2018 mencapai Rp435 miliar, mengalami kenaikan 67 persen, dari yang sebelumnya sebesar Rp 261 miliar year on year.

Sharianews.com, Jakarta ~ PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berencana akan melakukan corporate action pada 2020. Hal itu disampaikan oleh Direktur Risk Management and Compliance, Putu Rahwidhiyasa.

Ia mengatakan Mandiri Syariah melakukan corporate action dengan pertimbangan berbagai aspek. Seiring dengan pertumbuhan pasar perbankan syariah, Mandiri Syariah juga melakukan beberapa strategi untuk corporate action.

Sebelumnya, Mandiri Syariah direncanakan akan melakukan corporate action pada 2019 ini, tetapi mundur karena beberapa alasan.

“Melihat potensi pasar yang semakin kondusif dan juga peta jalan yang sudah kami susun, kami memang mencoba merencanakan di tahun 2020,” jelas Putu, saat dihubungi Sharianews.com, Kamis (17/1).

Berbagai persiapan dilakukan Mandiri Syariah untuk corporate action tersebut, mengikuti semua aturan yang ditetapkan. Sebagai persiapan awal Mandiri Syariah telah melakukan pra legal due diligence. 

Legal due diligence sendiri berarti istilah yang digunakan untuk penyelidikan penilaian kinerja perusahaan atau seseorang, potensi kinerja dari suatu kegiatan guna memenuhi standar baku yang ditetapkan.

Mengenai target dana yang ingin dicapai Mandiri Syariah, Putu mengaku hal tersebut masih dalam kajian.

Putu juga menegaskan mengenai siapa saja yang bisa mendanai corporate action tersebut, yakni mereka yang tercantum dalam regulasi yang berlaku.

“Kami yakin, apa yang kami lakukan untuk percepatan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia,” ujar Putu.

Bisnis pembiayaan Mandiri Syariah per kuartal III 2018 tumbuh mencapai 11,11 persen dari semula Rp58,72 triliun pada kuartal III 2017, menjadi Rp65,24 triliun.

Sementara itu, laba bersih Mandiri Syariah pada triwulan III 2018 mencapai Rp435 miliar, mengalami kenaikan 67 persen, dari yang sebelumnya sebesar Rp 261 miliar year on year.

Penghimpunan dana pihak ketiga per kuartal III 2018 tercatat mencapai Rp82,2 triliun, tumbuh 10,07 persen dari posisi pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp74,7 triliun. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo