Jumat, 6 Desember 2019
09 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Keuangan / UMRA.ID Platform DIY Umrah Digital Diluncurkan
Masyarakat sudah bisa mengakses, mendaftar, dan mewujudkan perjalanan umrah sepenuhnya secara swakelola.

Sharianews.com, Jakarta ~ PT Central Global Network (CGN) meluncurkan platform digital DIY (Do It Yourself) umrah pertama di dunia yang diberi nama UMRA. 

Direktur CGN Ma'an Muadz mengatakan, saat ini, masyarakat sudah bisa mengakses, mendaftar, dan mewujudkan perjalanan umrah sepenuhnya secara swakelola "Tinggal ketik UMRA.ID. di Android dan iOS, akan tersedia tak lama lagi,” sambungnya Ma'an di Jakarta, Kamis (28/11). 

UMRA diluncurkan bersamaan dengan ditandatanganinya kerja sama strategis dengan Bank Syariah Mandiri untuk kemudahan pembayaran dan pemasaran bagi nasabah melalui platform yang terintegrasi. Selain itu, UMRA juga menjalin kerja sama dengan MUI untuk promosi bersama program Umrah Ramah Lingkungan (Green Umra), program donasi dengan Sharinghappiness, kerja sama jaringan hotel Dar Ellman, serta komunikasi jemaah bersama lndosatooredoo. 

CEO UMRA.ID Ahmad Husani mengatakan, platformnya bukanlah marketplace umrah, tapi sepenuhnya swakelola atau populer disebut DIY Umra. "Intinya menyesuaikan kantong. Agar sesuai kantong, jemaah akan mengeksplorasi fitur dl UMRA.ID, mulai memilih pesawat, rutenya, hotel dan lokasinya, durasi tinggal di Makkah, Madinah, memilih asuransi dan juga aplikasi visa,” terang Ahmad. 

Soal pembimbing dan program selama umrah, targetnya adalah wisatawan mandiri yang tidak memerlukan pembimbing dan terbiasa menyusun perjalanannya sendiri. 

Endy Kurniawan, praktisi digital commerce mengatakan, berdasarkan data Kementerian Agama, rentang usia 25-50 tahun saat ini mendominasi jemaah umrolah Indonesia. Mereka sangat teredukasi dan mandiri serta terbiasa bertransaksi apapun melalui gawai. 

"Sudah 10 tahun (CGN) menggeluti travel konvensional. Sejak 2013 kami melayani umrah dan lengkap dengan semua izinnya. Ada tiga alasan kami masuk ke layanan digital. Pertama, perubahan perilaku masyarakat, kedua teknologi sebagai pemudah dan ketiga visi Arab Saudi 2030 yang akan membuka keran wisata renllus,” tutup Maan. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo