Minggu, 25 Oktober 2020
09 Rabi‘ al-awwal 1442 H
Home / Global / Umrah Akan Dibuka Kembali, Begini Protokol Kesehatan dari Arab Saudi
Foto dok. Kementerian Haji Arab Saudi
Tujuh bulan setelah ibadah ini dihentikan karena pandemi Covid-19.

Sharianews.com, Arab Saudi telah mengumumkan bahwa ibadah umrah bisa kembali dijalankan mulai 4 Oktober mendatang untuk warga lokal dan ekspatriat di Arab Saudi, tujuh bulan setelah ibadah ini dihentikan karena pandemi Covid-19.

Sedangkan, Kantor berita Saudi, SPA menyebutkan jemaah dari luar Saudi bisa melaksanakan umrah mulai 1 November.

Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan keputusan ini diambil setelah mencermati situasi di lapangan dan juga untuk mengakomodasi keinginan umat Islam di seluruh dunia yang ingin melakukan ibadah ini.

Tidak semua negara dibolehkan mengirim jemaah umrah untuk sementara ini. Tidak dijelaskan dari mana saja, hanya saja dijelaskan bahwa yang dibolehkan adalah dari negara-negara tertentu.

Disampaikan pula, jumlah jemaah umrah akan ditingkatkan secara bertahap dari 6 ribu menjadi 20 ribu per hari. Jumlah jemaah 6 ribu per hari setara dengan 30 persen dari kapasitas normal. Diharapkan kapasitas bisa dinaikkan menjadi 40 ribu jemaah per hari pada 18 Oktober.

Pada fase selanjutnya, Saudi berharap jumlah jemaah ditingkatkan menjadi 60 ribu jemaah per hari mulai 1 November, bersamaan dengan diperbolehkannya jemaah umrah dari luar Saudi.

Warga muslim yang menjalankan umrah diminta menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan membatasi kontak fisik. Saudi mengatakan pembatasan umrah akan dicabut begitu ancaman pandemi virus corona dianggap sudah hilang.

Sementara itu, seperti dilaporkan Haramain Sharifain, Pemerintah Arab Saudi telah menyusun sejumlah peraturan dalam pelaksanaan ibadah umrah, salah satunya adalah umrah dilakukan hanya dalam tiga jam.

Kemudian jemaah umrah nanti akan dibagi menjadi 12 grup setiap 24 jam. Dalam kesempatannya, jemaah diberikan waktu tiga jam dan akan didampingi oleh tenaga kesehatan profesional.

Beberapa syaratnya lainnya di antaranya adalah hanya diperuntukkan bagi warga berusia 18 - 65 tahun dan telah mendaftar lewat aplikasi resmi yang disediakan oleh Kementerian Haji dan Umrah.

"Kami juga telah mendesain kelompok usia antara 18 - 65 tahun. Bagi yang tidak mampu, bisa menggunakan kursi roda untuk melaksanakan tawaf dan sai, tetapi kecepatannya akan konsisten," demikian bunyi pengumuman itu.

Izin umrah juga akan dikeluarkan secara gratis. Jemaah akan diberikan fasilitas penginapan dan transportasi. Pusat isolasi juga telah disediakan di sejumlah hotel bagi jemaah yang menunjukkan gejala.

Pengaturan alternatif akan dibuat jika orang menghadapi masalah dalam mendaftar melalui aplikasi yang disetujui.

Adapun terkait dengan izin jemaah umrah dari luar negeri akan diputuskan oleh Kementerian Kesehatan Saudi berdasarkan tingkat risiko setiap negara.  Kementerian Haji dan Umrah Saudi akan memungkinkan jalur khusus untuk jemaah  umrah dan haji internasional.

Rep. Aldiansyah Nurrahman