Selasa, 19 November 2019
22 Rabi‘ al-awwal 1441 H
Home / Lifestyle / UAS Sampaikan Lima Pesan Menggapai Husnul Katimah
UAS bercerita betapa banyak orang yang mengawali hidup dengan husnul katimah awalnya baik, tapi ternyata di akhir hidupnya malah su'ul katimah.

Sharianews.com, BekasiUstadz Abdul Somad (UAS) menyampaikan pesan dengan tema menggapai husnul katimah kepada sekitar tiga ribu jemaah dalam Tabligh Akbar di Masjid Darrusalam Tamansari Persada Raya, Jatibening, Bekasi, Selasa (22/10).

UAS bercerita betapa banyak orang yang mengawali hidup dengan husnul katimah awalnya baik, tapi ternyata di akhir hidupnya malah su'ul katimah.

"Alloohummakhtim lanaa bil-islaami bi husnil khootimah, mudanya ibadah, remajanya salat berjemaah, tahajud, witir, qiyamul lail, tapi ujug-ujug hidupnya sakit, dan ketika sakit mengutuk Allah, marah dengan Allah, mencaci Allah, mati dengan keadaan su'ul khotimah," ucap UAS dalam dakwahnya.

Menurut Alumnus Al-Azhar Mesir menggapai sama juga mencapai, meraih, merebut, semuanya substansinya satu yaitu husnul katimah, dan itu sulit.

"Menggapai saking tingginya, mulianya, substansi husnul katimah itu sulit, susah, tapi kalau kita berserah diri kepada Allah, tawakal, doa, usaha, mudah-mudahan dimudahkan Allah Swt," ujar UAS.

Dalam ceramahnya UAS memberi pesan apabila ingin menggapai husnul khotimah ada 5 syarat yang harus dipenuhi.

Pertama, harus takut kepada Allah, takut mencuri, takut korupsi, takut uang haram,

Kedua, Yaa Ayyuhalladzina amanu ittaqullaha wa Kunu ma’a al-Shadiqin (hendaklah kamu bersama orang-orang baik).

"Takut sama Allah sendirian tidak bermakna takut sendirian di dalam goa tidak ada guna, harusnya berinteraksi sosial buat komunitas berjemaah," ungkap UAS.

Ketiga, kalau ingin husnul katimah harus terus istikamah. "Ihdinas shirotol mustaqim. Orangmya mustakim, jalannya sirotol mustakim, sifatnya istikamah," ungkapnya

Keempat, jangan angkuh, dan jangan sombong dalam berdoa.

Kelima, jangan menzalimi orang, dan jangan menyakiti orang. "Supirmu, pembantumu, sekuritimu, tukang cucimu, tukang setrikamu, kau tunda gajinya lalu kau minta husnul katimah itu tidak mungkin," tutup UAS. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo