Senin, 16 September 2019
17 Muḥarram 1441 H
Home / Global / Turki Duduki Peringkat Tiga Dunia Industri Pariwisata Halal
-
Pengusaha hotel di Turki kini semakin fokus menggarap segmen pariwisata halal seiring tren wiasata halal dunia yang semakin populer.

Pengusaha hotel di Turki kini semakin fokus menggarap segmen pariwisata halal seiring tren wiasata halal dunia yang semakin populer.

Sharianews.com, Jakarta. Yunus Ete, Ketua Dewan KTT Halal Dunia dan Astel Group mengatakan, dengan mengembangkan pariwisata halal, setelah periode penuh tantangan pada tahun 2015 dan 2016, sektor pariwisata Turki naik kelas.

Turki kini menduduki peringkat ketiga di dunia dengan peningkatan pangsa pasar pariwisata halal di negara tersebut sebesar 20 persen pada tahun 2017. "Turki menempati peringkat ketiga di pasar setelah Malaysia dan Indonesia," kata Ete.

Yunus Ete, mengatakan pariwisata halal dunia diperkirakan akan mencapai US$ 300 milyar pada 2023. Jumlah ini termasuk kunjungan turis Muslim ke beberapa negara di dunia, seperti Spanyol dan Selandia Baru, serta meliputi tujuan utama pariswisata halal di negera-negara seperti Uni Emirat Arab (UEA), Turki, dan Malaysia.

Untuk mendukung tujuan wisata halal yang dikembangkannya, Turki juga telah meningkatkan jumlah hotel halal dalam industri pariwisata ini, untuk menyambut para turis yang tahun lalu mencapai tiga juta orang. Tapi, Ete melanjutkan, sebenarnya jumlah itu masih jauh di bawah potensinya.

"Jika kita bisa mendapatkan 10 persen dari pasar ini, kita akan memiliki capaian besar dalam pendapatan pariwisata kita," katanya.

Sejalan dengan kesadaran masyarakat terkait indutri halal, investasi yang dilakukan di bidang ini juga telah mendapatkan momentumnya di beberapa negara.

"Spanyol melakukan investasi besar-besaran di kawasan Andalusia. Juga mempercepat upaya untuk menghadirkan hotel syariah yang baru. Dengan cepat, (negara ini) mulai membangun hotel syariah di luar daerah tersebut. Seiring dengan meningkatnya jumlah Muslim, pariwisata halal semakin menjadi sektor yang lebih menguntungkan untuk investasi di masa depan," lanjut Ete.

Faktor Turki Jadi Salah Satu Pusat Destinasi Halal Dunia

Ete menjelaskan, mengapa Turki bisa menjadi tujuan perjalanan halal utama dan melebihi tujuan wisata Muslim lainnya di wilayah Mediterania? 

Jawabannya ialah karena popularitas negaranya. Selain itu, juga pengusaha hotel di negara ini telah mulai fokus pada segmen baru tersebut dibandingkan dengan pariwisata sebelumnya.

di luar itu, saat ini juga semakin banyak wisatawan Muslim yang ingin mendapatkan pengalaman wisata yang sama yang  non-Muslim dapatkan, tetapi dengan tidak meninggalkan tradisi muslim yang mereka miliki. Karena itu, mereka menginginkan ada fasilitas yang mencerminkan nilai-nilai mereka seperti hotel halal dan makanan halal di negara-negara yang ingin mereka kunjungi.

Oleh karenanya, Ete mencatat bahwa "perjalanan ekonomi halal" yang secara besar-besaran telah menyebar di seluruh dunia, membawa angin segera bagi sektor halal lainnya, di luar tema soal pariwisata  halal.

Dari sini lahirlah  tren dan gaya baru di berbagai bidang seperti mode, keuangan, budaya dan kesehatan, yang saling terhubung secara timbal balik (mutual) antara yang halal dan konvensional.

Wisata halal dan efek ikutannya 

Pariwisata halal niscaya memiliki dampak atau hubungan silang yang besar dengan sektor ekonomi syariah lainnya seperti keuangan, mode syariah, budaya dan kesehatan.

Karenanya, ujar Ete, Turki adalah salah satu negara utama yang diuntungkan dari "ekonomi wisata  halal" ini, karena telah memiliki modal pada bidang-bidang tersebut.

Karena dampak ekonomi wisata  halal yang begitu besar, akhirnya memberi dampak lebih luas pada area  meliputi layanan pembiayaan perjalanan dan asuransi yang sesuai dengan aturan Islam. Juga mesntimulasi munculnya teknologi syariah seperti aplikasi smartphone dengan fitur layanan  restoran halal.

Dengan begitu menjadi wajar jika sektor wisata halal juga berdampak terhadap peningkatan volume keuangan wisata halal di Turki menjadi 11,8 persen pada tahun 2017, dari US$ 169 miliar pada tahun 2016.

Sementara pasar pariwisata halal dunia, ada dikisaran angka sekitar US$ 220 miliar. Hampir dua kali lipatnya. Para pemain sektor di pasar pariwisata halal di Turki memegang pangsa 2 persennya di dunia.

Mereka ingin meningkatkan bagian di sektor ini hingga 10 persen pada tahun 2023. Untuk memenuhi target ini, Turki juga telah menyiapkan sejumlah hotel syariah di sentra pariwisata halal dalam lima tahun terakhir. "Menjadikannya masuk tiga besar di dunia dengan melompat empat langkah pada tahun lalu,”tutup Ete. (*)

 

Reporter : Emha S. Asror Editor: Ahmad KHolil