Jumat, 20 September 2019
21 Muḥarram 1441 H
Home / Fokus / Turis Muslim Mancanegara Mendominasi Wisata Lombok
FOTO I Dok. fhmpakistan.com
Wisatawan Mancanegara berjumlah 471.253 pengunjung dan masih didominasi oleh warga Malaysia dan Timur Tengah. Sedangkan Wisatawan Dalam Negeri berjumlah 78.807 pengunjung.

Sharianews.com, Sharianews— Wisatawan Muslim mancanegara mendominasi wisata halal Lombok Utara. Tahun 2017 Dinas Pariwisata Lombok merilis dari 3,5 juta wisatawan ke Lombok, 2 Juta didominasi oleh wisatawan Muslim dari Malaysia dan Timur Tengah. Tahun 2018 Dinas Pariwisata Lombok Utara merilis data kunjungan wisatawan, total wisatawan Mancanegara berjumlah 471.253 pengunjung dan masih didominasi oleh warga Malaysia dan Timur Tengah. Sedangkan Wisatawan Dalam Negeri berjumlah 78.807 pengunjung.

Hudan Tour Guide di Lombok mengatakan, paling banyak wisatawan didominasi dari luar negeri. Mereka rata-rata adalah para pelancong di Bali kemudian meneruskan wisatanya ke Lombok. Melihat Gunung Rinjani dan wisata alam yang disediakan oleh Pemerintah Lombok.

“Saya sering mengantar mereka untuk mengitari pesona alam di Lombok. Ada yang dari Eropa, Timur Tengah dan Malaysia. Alasan mereka (wisatawan muslim) suka ke Lombok Utara. Karena di sini menyediakan sarana ibadah dan makanan halal. Apalagi Lombok punya gelar kota seribu masjid. Selain itu mereka bisa menjaga diri mereka dari maksiat,” kata Hudan.

Dikutip dari Dinas Pariwisata Lombok Utara, bahkan pasca gempa 5 Agustus pun wisatawan mancanegara masih paling banyak. Bulan September jumlah wisatawan mancanegara tercatat 16.463 pengunjung. Wisatawan dalam negeri 3.381 pengunjung. Jumlah ini memang jauh dari target 2018 yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah Lombok Timur yaitu menjangkau 1,5 juta kunjungan wisatawan. Sampai bulan November baru tercatat 550.560 pengunjung.

Sementara itu daerah yang paling digandrungi oleh wisatawan adalah Gili Trawang disusul Gili Meno, Bayan dan Tanjung. Gili Trawang mencatat 276.862 wisatawan mancanegara dan 46.160 wisatawan dalam negeri. 

Heriyadi Ketua Masyarakat Geowisata Indonesia menuturkan paling banyak penikmat wisata Geopark Rinjani adalah Wisatawan dari Australia, Singapore dan Timur Tengah. Meskipun saat ini terjadi penurunan yang sangat drastis. Tetapi Pemda setempat sudah melakukan pemulihan wisata dengan menggalang perusahaan wisata agar kembali menggaet para Wisatawan Mancanegara.

“Saya membuat buku tentang Rinjani, karena Rinjani adalah cikal bakal Geopark. Dibuat tahun dua ribu tujuh. Dan baru diresmikan tahun ini,” kata Heriyadi kepada Sharianews.

Heriyadi menambahkan, pasca gempa memang banyak terjadi kerusakan. Jalan utama Geopark lembahnya telah menjadi tebing. Bukit penyesalan juga rusak berat. Ada air terjun kering. Mata airnya tertutup oleh patahan. Sehingga pindah tempat mencari dataran yang lebih rendah.

“Akibat gempa ini, kita menemukan sejarah baru, dengan ditemukannya kampung besar yang tenggelam oleh Rinjani yang meletus abad tiga belas,” pungkas Heriyadi. (*)

 

 

Munir