Sabtu, 25 Mei 2019
21 Ramadan 1440 H
Home / Keuangan / Transaksi Halal di Indonesia belum Tercatat
FOTO I Dok. Ahmad Arif Sharianews.com
Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Aries Muftie mengatakan, transaksi dari industri halal di Malaysia dan Thailand sudah tecatat dengan baik, tetapi Indonesia belum.

Sharianews.com, Jakarta ~ Dalam mengelola industri halal, Indonesia belum bisa dibandingkan negara-negara lain, misalnya dalam hal pencatatan transaksi halal.

Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Aries Muftie mengatakan, transaksi dari industri halal di Malaysia dan Thailand sudah tecatat dengan baik, tetapi Indonesia belum.

“Indsutri halal itu tidak tercatat. Sementara di Thailand itu, semuanya dicatat, karena terdaftar di Pemerintah,” jelasnya menegaskan.

Dengan adanya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang sedang melakukan perekrutan untuk sejumlah posisi di KNKS, tidak lain tujuannya adalah bertugas untuk melakukan pencatatan. Sehingga ke depan, segala sesuatu yang belum tercatat, akan tercatat oleh KNKS.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah ini menyampaikan, industri halal kosmetik kecantikan seperti Wardah tidak tercatat sebagai transaksi halal, padahal pertumbuhannya besar hingga ratusan persen.

Saat Indonesia sudah bisa melakukan pencatatan transaksi halal, misalnya dengan dibantu oleh  financial technology (fintech), perkembangan Indonesia terlihat langsung.

Industri halal memiliki potensi besar secara global. Berdasarkan Global Stage Economic Report potensi industri halal lifestyle secara global tercatat mencapai 2 miliar dolar AS pada tahun 2016 dan diproyeksikan akan bertambah menjadi 3,1 miliar dolar AS pada 2022. (*)

 

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Munir Abdillah