Rabu, 12 Agustus 2020
23 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Forum Milenial / Tips Mengelola Keuangan Saat Ramadhan dalam Pandangan Islam
Mengelola keuangan dengan baik merupakan kunci kemaslahatan baik secara pribadi maupun yang memberikan dampak kepada sekitar. Dalam Islam, hal ini menjadi perhatian khusus bagaimana umat Islam dapat cerdas mengelola keuangan dalam keadaan dan situasi apapun. Disinilah letak perhatian Islam bagi permasalahan Ekonomi Umat yang sangat perlu kita teladani..

Sharianews.com, Bulan yang penuh berkah dan rahmat dari Allah SWT sudah semakin dekat. Berbondong-bondong umat muslim mempersiapkan segala sesuatunya demi menyambut bulan suci yang penuh berkah ini, hal ini sangat“wajar” terjadi khususnya di Indonesia karena bulan yang dinanti-nanti oleh umat muslim ini hanya ada satu kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Ramadhan.

Bukan hanya cara penyambutannya yang harus dipersiapkan, namun dalam menyambut bulan Ramadhan pun tentunya membutuhkan persiapan diantarnya persiapan dalam pengelolaan keuangan. Mengapa? Bisa kita cermati bersama, setiap memasuki bulan Ramadhan akan terjadi lonjakan permintaan maupun penawaran, misalnya terhadap barang kebutuhan pokok yang tentunya dapat mengubah tatanan harga pasar dan memberikan dampak yang signifikan bagi ekonomi rakyat.

Seperti yang kita ketahui, mengenai hukum permintaan, yaitu “Jika harga barang naik, maka barang yang diminta akan menurun jumlahnya, namun sebaliknya jika harga barang turun tentu permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat”. Begitu pula dengan hukum penawaran, yaitu “Jika harga barang naik, tentu jumlah barang yang akan ditawarkan akan banyak, sebaliknya jika harga barang turun maka untuk jumlah barang yang ditawarkan akan semakin menurun”. Begitulah secara teori menggambarkan kondisi mekanisme pasar yang terjadi, termasuk pada saat memasuki bulan Ramadhan.

Terkait dengan kondisi harga-harga barang yang tidak stabil, kita dianjurkan untuk mengelola keuangan dengan baik. Pengeluaran merupakan poin penting yang harus kita perhatikan saat bulan Ramadhan, karena hanya beberapa orang saja yang hanya mampu mengatur pengeluarannya dengan tepat. Dengan demikian kita harus menggerakkan pola hidup sederhana sebagaimana dalam Islam telah diatur untuk menerapkan pola hidup sederhana seperti ayat berikut “ … makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”(QS. Al-A’raf [7]: 31) (Dan dijelaskan pula dalam hadis berikut: “Dari Amr bin Syu’aib dari kakeknya bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Makanlah, minumlah, dan berpakaianlah tanpa ada kesombongan dan berlebihan.” (H.R. Ahmad: 6421).

Bulan Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk berkumpul bersama orang-orang tersayang, baik itu keluarga, reuni teman SMA, teman kuliah dan masih banyak lagi. Kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahunnya. Coba perhatikan, berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk hadir dalam kegiatan buka bersama? Belum cukup sampai disana, kalian juga perlu tahu bahwa akan ada biaya lainnya yang menanti misalnya, di akhir bulan nanti kalian akan mempersiapkan biaya transportasi untuk mudik, belanja keperluan hari raya, belanja oleh-oleh dan lainnya. Adakah cara untuk mengatasi segala keperluan tersebut? Bagaimana agar aktivitas bulan Ramadhan kita berjalan dengan lancar tanpa harus pusing memikirkan defisit atau dompet menipis?

Mari kita simak hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir pengeluaran di bulan Ramadhan nanti..

Ada beberapa tips mengelola keuangan saat Ramadhan:

  1. Membuat list atau catatan belanja

Bagi sebagian orang hal ini merupakan hal yang sepele atau bisa dikatakan sudah sering dijumpai bahkan diantara kalian sudah ada yang menerapkannya. Catatan yang dimaksud disini bukan sekedar catatan, tapi benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan bukan apa yang diinginkan. Seperti yang kita ketahui dalam ekonomi konvensional mereka terpaku pada ‘keinginan’ enggebu dalam melakukan segala sesuatunya, hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan cara pandang Islam yang lebih mengajarkan bahwa ambilah dan dapatkan sesuai yang dibutuhkan. Oleh karena itu, sebelum berbelanja alangkah baiknya membuat list prioritas kebutuhanmu agar sesampainya di pasar kalian tidak lagi tergiur dengan hadirnya diskon, ataupun membeli sesuatu diluar kebutuhan.

  1. Memilih berbelanja di tempat yang murah namun kualitas tetap terjaga

Setiap individu pasti memiliki selera yang berbeda-beda, contohnya dalam hal memilih tempat berbelanja. Saat bulan Ramadhan tentunya akan ada banyak pasar yang membuka dagangannya di sepanjang jalan atau bahkan di mall. Bagi kalian tekhususnya kaum ibu rumah tangga pasti sudah mengetahui pasar mana yang akan dituju, namun untuk kasus memilih tempat berbelanja juga perlu kita perhatikan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

Tidak ada salahnya untuk mensurvei terlebih dahulu pasar mana yang dari segi harga dan kualitas barangnya terjangkau. Dengan begitu kalian tentunya bisa menghemat pengeluaran dengan menyiasati berbelanja di tempat yang mungkin dari selisih harganya bisa jauh lebih murah. Perlu kalian ketahui bahwa di era digital ini seharusnya kalian tidak perlu khawatir menempuh perjalanan yang cukup menguras kantong karena sudah ada aplikasi belanja online yang bisa digunakan hanya dengan melalui sebuah ponsel. Selain harganya murah kalian bisa menghemat waktu, tenaga dan pastinya pengeluaran menjadi menipis. 

  1. Berbuka puasa tidak perlu mewah, asalkan nikmat dan berkah

Saat Ramadhan tiba, tidak sedikit orang yang benar-benar memahami makna berbuka puasa. Momen berbuka puasa bukanlah ajang untuk bermewah-mewahan ataupun untuk sekedar melepas dahaga. Sebab ada rahmat dan keberkahan yang Allah turunkan ketika kita berbuka puasa, sebagaimana dalam hadis: “Orang yang berbuka puasa mempunyai dua kebahagiaan yang bisa ia rasakan: kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya karena puasa yang dilakukannya.”(H.R. Bukhari dan Muslim).

 Dari penjelasan tersebut mengajarkan bahwa esensi dari berbuka puasa bukanlah dari kemewahannya, tempat atau bahkan harganya. Namun, dengan kesederhanaan, berbuka puasa akan jauh lebih bermakna. Rasulullah saw juga telah mencontohkan bagaimana beliau berbuka puasa hanya dengan kurma atau jikalau tidak ada hanya dengan seteguk air.

  1. Persiapan mudik hari raya

Mudik atau biasa dikenal dengan pulang kampung merupakan sebuah tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya seperti lebaran idul fitri. Perjalanan itu pun memerlukan persiapan yang cukup banyak, terutama dalam hal biaya transportasi. Bagi mereka pengguna pesawat, kereta api, dan lainnya harus dari jauh-jauh hari melakukan pemesanan tiket agar dapat memangkas biaya. Terlebih lagi jika menggunakan fasilitas tambahan seperti hotel.

Selain itu, kalian juga pasti mempersiapkan pengeluaran setibanya di kampung alaman mulai dari hidangan tamu, kue-kue lebaran, dekorasi rumah dan baju pada hari raya. Untuk menyiasati hal tersebut kalian juga bisa mencari resep-resep agar dapat menghidangkan makanan sendiri, tanpa harus membeli di luar yang sudah tentu harganya jauh lebih mahal. Begitu pula dengan barang keperluan lainnya seperti jika kalian masih memiliki pakaian lama yang masih layak untuk dipakai menjadi salah satu alternatif berhemat.

  1. Bagi-bagi THR (Tunjangan Hari Raya)

Tradisi ini sudah sangat melekat dan diingat. Ada kebahagiaan tersendiri yang dirasakan ketika mendapatkan ataupun membagikan THR. THR atau yang disebut dengan tunjangan hari raya biasanya dibagikan kepada saudara dan kerabat dekat. Namun ada yang perlu diingat bahwa jangan sampai tradisi ini menjadi masalah bagi kalian. Contohnya masih ada tunggakan hutang yang belum dibayar. Rugikan jika kalian lebih memprioritaskan hal yang akan membuat sengsara nantinya?

Oleh sebab itu, lebih baik kamu utamakan terlebih dahulu untuk mulai menyelesaikan persoalan pribadi. Selain itu, jangan lupa sisakan uang untuk zakat dan tabungan. Karena momen Hari Raya ini bukanlah momen masing-masing yang membuat terasa asing melainkan momen berbagi sesama ciptakan kebersamaan. Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa “Sedekah tidaklah mengurangi harta.”(H.R. Muslim No. 2558, dari Abu Hurairah).

Itulah sedikit tips yang bisa dibagikan untuk teman-teman semua, semoga bermanfaat dan dapat  berguna untuk umat. Salam Ekonom Rabbani.. Bisa!. ed

Oleh: Dina Widiastuti