Minggu, 24 Maret 2019
18 Rajab 1440 H
x
FOTO I Dok. dreamsrecycled.com
Berusahalah kamu untuk hari akhirat seakan-akan kamu akan meninggal besok, akan tetapi berusahalah dalam waktu yang sama untuk kebutuhan dunia kamu seolah-olah kamu hidup selamanya (hadist).

Sharianews.com, JakartaApa sih, perencanaan keuangan?

Bagi seorang muslim, perencanaan keuangan (financial planning) bisa dianalogikan seperti sebuah perjalanan. Ke mana tujuan Anda? Transportasi apa yang ingin digunakan? Rute jalan mana yang akan ditempuh? Dan berapa lama jarak tempuh untuk sampai ke tujuan?

Dalam agama Islam, merencanakan masa depan merupakan sebuah keharusan. Hadist nabi, menganjurkan agar kita selalu merencanakan masa depan dengan sebaik mungkin seperti yang dianjurkan dalam sebuah hadist:

“Berusahalah kamu untuk hari akhirat seakan-akan kamu akan meninggal besok, akan tetapi berusahalah dalam waktu yang sama untuk kebutuhan dunia kamu seolah-olah kamu hidup selamanya” Hadis Nabi Muhammad SAW, diriwayatkan oleh Al-Dailami.

Mengelola keuangan bagi keluarga muda setelah menikah, tentulah berbeda dengan mereka yang masih sendiri. Ketika masih single, semua keputusan keuangan ada di tangan Anda. Namun, hal tersebut tidak bisa dilakukan setelah menikah. Perbedaan latar belakang keluarga, pendidikan, kebiasaan dan tentu saja perbedaan penghasilan, bisa menjadi pemicu ketidakharmonisan dalam keluarga baru jika tidak dikomunikasikan dengan baik sejak awal.

Setiap pasangan muda setelah menikah, hendaknya terbuka dengan keuangan masing-masing. Mengomunikasikan tujuan keuangan secara baik-baik dengan pasangan, tentulah hal yang paling bijak.

Lima cara berikut ini bisa menjadi panduan bagi Anda setelah menikah:

1. Menganalisa kondisi keuangan saat ini dan menentukan tujuan keuangan

Bisa jadi, sebelum Anda berdua menikah banyak kebiasaan buruk tentang keuangan yang saling ditutupi. Kini saatnya Anda berdua duduk bersama, saling terbuka untuk menuliskan semua kewajiban utang yang harus dilunasi. Menuliskan penghasilan masing-masing dan membuat rekening bersama untuk membiayai semua pengeluaran keluarga. Dengan keterbukaan komunikasi dan menentukan tujuan keuangan bersama, Anda bisa mencapai tujuan keuangan setelah menikah.

2. Membuat tujuan keuangan jangka pendek

Bagi Anda yang baru menikah, setidaknya ada beberapa financial goals jangka pendek atau kurang dari satu tahun. Beberapa contoh tujuan keuangan jangka pendek setelah menikah adalah biaya persalinan, pembentukan dana darurat dan pembelian barang elektronik.

3. Membuat rencana keuangan jangka menengah dan jangka panjang

Beberapa tujuan keuangan menengah (antara dua sampai lima tahun) biasanya adalah biaya pendidikan atau biaya masuk sekolah buah hati Anda, uang muka untuk pembelian KPR, dan rencana pembelian kendaraan. Sementara itu tujuan keuangan jangka panjang seperti dana pensiun, biaya masuk perguruan tinggi untuk anak Anda, biaya umroh dan tujuan keuangan dengan rentang waktu lebih dari lima tahun.

4. Melakukan implementasi dari rencana keuangan yang Anda buat

Setelah membuat daftar perencanaan keuangan, kini saatnya Anda berdua melakukan implementasi dengan mengambil instrumen investasi seperti tabungan rencana, deposito syariah, reksadana syariah, atau saham-saham syariah.

5. Memonitor dan mengevaluasi tujuan keuangan

Melakukan evaluasi dan memonitor instrumen keuangan yang Anda pilih, tentu sebuah kewajiban yang harus dilakukan. Dengan memonitor secara berkala, minimal sebulan sekali dan melakukan evaluasi, tentu akan membuat tujuan keuangan, bisa tercapai lebih cepat dan sesuai dengan yang Anda inginkan.

Semoga lima tips di atas bisa membantu Anda menentukan tujuan keuangan setelah menikah. Selamat mencoba!

Achi Hartoyo