Minggu, 26 Mei 2019
22 Ramadan 1440 H
Home / Keuangan / Tingkatkan Inklusi, BNI Syariah Genjot Literasi Keuangan Syariah
Foto: Uangindonesia.com
Meningkatnya literasi masyarakat terkait perbankan syariah akan mengerek peningkatan inklusi keuangan syariah. Hal ini yang terus diupayakan BNI Syariah dengan berbagai programnya.  

Sharianews.com, Jakarta. BNI Syariah terus berupaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah masyarakat Indonesia. Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyawati mengatakan, inklusi keuangan syariah masih jauh tertinggal dibanding bank konvensional.

“Saat ini inklusi perbankan syariah dalam negeri baru mencapai 11 pesen, sementara bank konvensional sudah mencapai 68 persen,” jelas Dhias, di Jakarta.

Tak hanya itu, lanjutnya, pangsa pasar (market share) perbankan syariah di Indonesia baru mencapai 5,7 persen. Ini juga tertinggal jauh dengan negara tetangga, Malaysia.  

“Jika dibandingkan dengan Malaysia masih jauh. Mereka sudah mencapai 20 persen,” imbuhnya.  

Menurut Dhias, perbankan syariah bisa punya peran besar dalam meningkatkan pemerataan pendapatan, meningkatkan kesejahteraan serta kemakmuran masyarakat, dan membangun ekonomi yang berkeadilan. Untuk itu, literasi masyarakat Muslim Indonesia perlu ditingkatkan agar peran ini bisa berjalan maksimal.

“Masyarakat Muslim Indonesia masih ada yang belum mengetahui bedanya perbankan syariah dan perbankan konvensional. Mereka melihat perbankan syariah sama saja dengan perbankan konvensional. Untuk itu perlu terus ada sosialisasi untuk meningkatkan literasi masyarakat,” katanya.

Dhias mengakui, BNI Syariah sendiri terus berupaya untuk meningkatkan literasi keuangan syariah dalam berbagai program dan kegiatan.

“Ini menjadi tantangan BNI Syariah untuk bisa membuka mata masyarakat Muslim Indonesia, bahwa ada perbedaan yang sangat nyata antara perbankan syariah dengan konvensional,” ujarnya.

Peran Pemerintah

Selain perlu dilakukan secara bertahap, upaya ini juga perlu dukungan dari berbagai pihak, stakeholder, pemerintah, regulator, dan mitra agar literasi masyarakat terhadap keuangan syariah terus meningkat.  

“Literasi masyarakat meningkat, inklusi keuangan syariah juga bisa meningkat lebih bagus lagi, dan juga dapat membangun kepedulian masyarakat tentang perbankan Syariah,” paparnya.

Saat ini, sambungnya, keberpihakan pemerintah sudah ditunjukkan dengan berdirinya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dan Presiden Joko Widodo sendiri yang memimpin langsung lembaga itu. Bahkan Presiden Jokowi juga ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.

“Kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini melalui Otoritas Jasa Keuangan bidang syariah itu sudah lebih luas lagi dalam mendukung perbankan syariah. Berbagai aturannya meng-cover apa yang dapat dilakukan perbankan syariah yang tentunya harus sesuai dengan prinsi-prsinsip syariah,” ulasnya.

Inovasi Tekfin

Dhias juga menjelaskan bahwa BNI Syariah terus melakukan berbagai inovasi. Saat ini masyarakat menginginkan pelayanan yang murah, aman, dan cepat dari perbankan syariah. Untuk itu, BNI Syariah juga mengembangkan digital banking. BNI Syariah menggandeng perusahan teknologi finansial (tekfin) untuk membangun sistem aplikasi digital.

“Kami mulai melakukan kolaborasi dengan tekfin untuk membuat aplikasi-aplikasi. Misalnya, kami sekarang bisa melayani transaksi nasabah secara digital,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman. Editor: Achmad Rifki.