Minggu, 8 Desember 2019
11 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Lifestyle / Tiga Wasit Perempuan Ini Menginspirasi Muslimah
FOTO I Dok. telegraph.co.uk
Hingga saat ini, jumlah wasit perempuan di seluruh dunia bisa dihitung dengan jari.

Sharianews.com, Profesi wasit dalam sebuah pertandingan olah raga pada umumnya didominasi oleh kaum pria. Termasuk dalam pertandingan sepak bola.

Menjadi seorang wasit dalam pertandingan sepak bola memang tidak hanya membuat catatan pertandingan, tetapi juga harus menjadi pemimpin yang bertanggung jawab terhadap jalannya pertandingan agar tetap sesuai peraturan. Oleh karenanya, wasit harus paham betul tentang seluk beluk permainan sepak bola ini, sekalipun tidak ikut bermain.

Hingga saat ini, jumlah wasit perempuan di seluruh dunia bisa dihitung dengan jari. Terlebih wasit yang beragama Islam atau muslimah. Tiga wasit perempuan berikut ini adalah sosok inspirator bagi muslimah:

Jawahir Roble

Adalah seorang muslimah berdarah Somalia yang menjadi wasit bagi pemain Inggris.

Ia menjadi satu-satunya wasit muslimah yang dimiliki Inggris. Sosok wanita berdarah Somalia itu terlihat tampil berani ketika di lapangan dengan hijabnya di antara para pemain Inggris yang bertubuh besar.

Perempuan Somalia yang akrab disapa JJ ini ternyata lulusan sarjana teknologi informatika. Meski begitu, kecintaannya pada sepak bola membuat dirinya ingin berdedikasi sebagai wasit profesional.

Menurut JJ, menjadi perempuan muslimah sebenarnya sederhana. Ia hanya harus menjadi orang yang baik, tampil sopan, serta melakukan apa yang ia sukai selagi tidak dilarang agama.  

Dirinya berharap apa yang ia lakukan bisa menginspirasi perempua Muslim lainnya. Sebelumnya JJ hanyalah gadis kecil yang suka main bola di Mogadishu, Somalia. Kini, JJ justru mantap menekuni dunia wasit ini sebagai seorang profesional.

Chahida Chekkafi

Italia juga memiliki seorang wasit muslimah. Chahida, gadis cantik keturunan Maroko yang lahir dan besar di Italia ini merupakan muslimah pertama di sana yang menjadi wasit, setelah sebelumnya diisi oleh perempuan nonmuslim. Dia menjadi wasit di liga pemain junior Italia.

Ibunya adalah pemain sepak bola di Maroko. Pada 2015 lalu dia bahkan sudah memimpin pertandingan antara dua klub sepak bola laki-laki yakni San Luigi versus Karimau Stradevar di utara Italia.

Presiden Komite Wasit di Kota Milan pun sempat mengatakan seperti yang tertulis di Koran Corriere Della Sera bahwa Chekkafi, meskipun seorang pemalu tapi dia muda, berbakat dan tegas.

Nur Holisah

Tidak hanya dari luar negeri, Indonesia pun memiliki wasit muslimah berprestasi. Salah satunya adalah Nur Holisah. Muslimah yang menyelesaikan program studi matematikanya di UNJ ini mulai memantapkan diri dan menekuni dunia perwasitan sejak 2013.

Kini dirinya telah mengantongi lisensi C2 tingkat provinsi. Nur Holisah sudah teruji memimpin berbagai pertandingan, mulai dari kelas pertandingan antar kampung hingga Liga 3.

Menurut Nur Holisah, wasit merupakan pekerjaan yang unik, tidak banyak orang yang menaruh minat terhadap profesi ini. Selain itu juga memiliki tantangan besar bagi dirinya.

Sebagai putri sulung, dia pun mengaku sempat ditentang oleh orang tuanya. Namun dengan memberikan pengertian akhirnya perlahan kedua orang tuanya pun menyetujui, terlebih karena memang Nur Holisah adalah atlet dari cabang olahraga atletik dari Kabupaten Bekasi.(*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo