Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO I Dok. Business Today
Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Muhamammad Bagus Teguh Perwira mengatakan, ketika berbicara keuangan syariah, tiga sektor tersebut harus sinkron dan berjalan bersama, sektor yang pertama adalah sektor riil. Kedua adalah sektor keuangan. Sektor rill perlu ditopang oleh sektor keuangan, sehingga nantinya ekonomi benar-benar bergerak.

Sharianews.com, Aspek keuangan syariah tidak bisa terlepas dari tiga sektor, yakni sektor riil, sektor keuangan dan sektor sosial.

Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Muhamammad Bagus Teguh Perwira mengatakan, ketika berbicara keuangan syariah, tiga sektor tersebut harus sinkron dan berjalan bersama, sektor yang pertama adalah sektor riil. Kedua adalah sektor keuangan. Sektor rill perlu ditopang oleh sektor keuangan, sehingga nantinya ekonomi benar-benar bergerak.

“Selain itu, yang tidak boleh keliru, tidak boleh berhenti adalah sektor sosial, sektor sosial juga harus jalan. Maka dalam infrastruktur di dalam ekonomi syariah itu ada badan amil zakatnya ada badan wakafnya, ada tempat sedekahnya, dan sebagainya, itu harus sinkron” jelasnya menegaskan pada acara Topi Diksi yang diselenggarakan MES, di Serang, Kamis (11/4).

Ketiga sektor di atas, ada pada zaman Rasulullah Saw dan telah dicontohkan pergerakannya.

Teguh mengungkapkan, jika ketiga sektor tersebut tidak bergerak bersama, maka keuangan syariah tidak akan berkembang dengan cepat.

Misalnya bila sektor sosialnya tidak berjalan, bisa dipastikan tingkat kriminalitas akan naik. Masyarakat yang memiliki usaha juga akan khawatir karena banyaknya preman. Sektor keuangan juga akan mengalami kesulitan, bila ekonomi riilnya tidak jalan.

Tiga-tiganya harus berjalan berkesinambungan. Fungsi tersebut harus ada di setiap lembaga keuangan syariah. Setiap lembaga keuangan syariah pasti punya peran sosial, peran keuangan dan pasti harus mendorong sektor riil.

“Sehingga pembiayaan syariah tidak mungkin membiayai sesuatu yang tidak riil. Apabila itu terjadi pasti di sana ada masalah. Ada pembiayaan bodonglah, dan segala macam,” ujar Teguh, dalam acara bertajuk Pembiyaan Syariah, Solusi Bisnis Pelaku UMKM ini.

Dijelaskan Teguh dalam keuangan syariah harus ada transakasi yang nyata dan bersifat pasti. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo