Minggu, 8 Desember 2019
11 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Lifestyle / Tiga Negara Ini Sempat Larang Wanita Bermain Sepakbola
FOTO I dok. mvslim.com

Sharianews.com, Sepak bola menjadi salah satu olahraga favorit seluruh dunia. Euforia tersebut bisa dilihat dari banyaknya ajang pertandingan sepak bola dibanding olahraga lainnya, baik tingkat daerah, nasional ataupun internasional.

Namun, di beberapa negara permainan sepak bola ini hanya boleh dimainkan oleh kaum laki-laki saja. Sedang perempuan tidak diperkenankan dengan berbagai alasan. Berikut ini, beberapa wilayah yang sempat melarang perempuan bermain sepak bola:

Aceh, Indonesia

Isu pelarangan perempuan bermain sepak bola di Aceh sempat menjadi perbincangan di berbagai media. Pelarangan tersebut bermula setelah digelarnya Piala Menpora U-17 di Lhokseumawe bulan Juni lalu.

Budaya di Aceh memang masih memandang tabu perempuan bermain sepak bola. Pasalnya, apabila perempuan bermain sepak bola, dikhawatirkan akan membuat gerak-gerik berlebihan pada tubuhnya, sehingga bisa menimbulkan fitnah.

Di sisi lain wilayah Aceh juga belum memiliki fasilitas dan infrastruktur memadai yang mendukung permainan sepak bola untuk perempuan.

Iran

Demi menjaga kaum perempuan, pemerintah Iran yang dipimpin Ayatollah Khoemeni sejak tahun 1979 membuat beberapa peraturan untuk perempuan.

Saat itu ada tiga hal yang menjadi keluhan bagi perempuan Iran. Pertama mengenai pakaian, pekerjaan, juga permainan sepak bola.

Perempuan tidak hanya dilarang bermain, tetapi juga menonton. Alasannya, perempuan dilarang melihat aurat pemain sepakbola pria, yang notabene selalu memakai celana di atas lutut.

Namun pada 2018 lalu, pemerintah Iran untuk pertama kalinya sejak 38 tahun membolehkan perempuan menonton sepak bola di stadion. Momen itu terjadi saat pertandingan Iran melawan Spanyol, Kamis 21 Juni 2018.

Sejak saat itu, perempuan sudah mulai diperbolehkan bermain sepak bola, bahkan membentuk tim putri untuk ajang pertandingan tingkat nasional dan internasional.

Arab Saudi

Selain Iran dan Indonesia, Arab Saudi dan beberapa negara timur tengah lainnya juga dikenal sebagai negara yang melarang perempuannya untuk bermain sepak bola.

Tidak heran negara-negara tersebut tidak memiliki tim nasional sepakbola wanita untuk dipertandingkan. Jangankan tim nasional, bahkan, lembaga olahraga resmi yang menaungi jenis olahraga wanita mereka tidak memilikinya.

Alasannya sendiri tidaklah jauh berbeda dengan negara-negara lainnya. Pada 2008 lalu, pemerintah Arab Saudi mengeluarkan aturan yang melarang tim sepakbola yang pemainnya adalah wanita. Bahkan Komite Olahraga Arab Saudi sempat menyebut bahwa pemerintah tidak akan memberikan dukungan apapun kepada tim sepakbola yang pemainnya adalah wanita.

Menariknya, klub sepakbola wanita Arab Saudi malah diresmikan di negeri orang, tepatnya di Inggris dan diresmikan oleh ratu Inggris pada 2006 silam.

Pemerintah Arab Saudi lewat federasi sepakbola mereka sebenarnya sudah sedikit melunak terkait tim sepakbola wanita. Pada 2012 misalnya, seperti dikutip dari eurasiareview.com, federasi sepak bola Arab Saudi meminta FIFA untuk bisa mengijinkan pesepakbola wanita beragama Islam untuk mengenakkan hijab saat bertanding. (*)

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo