Jumat, 23 Agustus 2019
22 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Lifestyle / Tiga Daerah Indonesia Ini Merayakan Lebaran Lebih Awal
FOTO I Dok. tribunnews
Penetapan Lebaran bergantung pada cara dan adat masing-masing dalam menentukan awal bulan baru.

Sharianews.com, Jakarta ~ Masyarakat Indonesia menunaikan hari raya Lebaran atau Idulfitri pada Rabu, 5 Juni 2019. Sebagaimana yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Agama pada sidang isbat Senin petang kemarin.

Uniknya, di beberapa wilayah Indonesia justru sudah ada yang merayakan lebaran terlebih dahulu dari yang ditetapkan pemerintah. Hal tersebut bergantung pada cara dan adat masing-masing dalam menentukan awal bulan baru.

Tepat di hari Senin (3/6) masyarakat Muslim di beberapa daerah Indonesia sudah melaksanakan salat Idulfitri. Penentuan tanggal ini juga sudah melalui pertimbangan yang matang, serta kepercayaan dan adat istiadat setiap daerah memegang peranan penting di sini.

Berikut ini tiga daerah di Tanah Air yang melaksanakan Idulfitri lebih dulu.

Masyarakat Desa di Maluku

Warga di Desa Wakal, Kaitetu, Kecamatan Leihitu, & Desa Tengahtengah, Kecamatan Salahutu sudah menggelar salat Idulfitri pada Senin (3/6), pukul 07.00 WIT.

Lepas salat ied, sebagaimana biasanya, tradisi Lebaran pun tetap berjalan. Seperti bersilahturahmi ke tetangga dan juga kerabat.

Penentuan 1 Ramadan dan 1 Syawal di tiga desa ini dilakukan oleh penghulu masjid dan ahli agama masing-masing. Mereka menggunakan metode hisab dan rukyat serta berpatokan pada kalender falakiyah kuno berbahasa arab.

Sedangkan Desa Tengah tengah menentukan tanggal 1 Syawal dilakukan oleh para tetua dari mata rumah (Kelompok marga dalam strata masyarakat adat Maluku) Tuharea Pagalare.

Jemaah Tarekat Naqshabandiyah Surau Baitul Makmur, Padang.

Terdapat kurang lebih 100 pengikut Jemaah Tarekat Naqshabandiyah Surau Baitul Makmur sudah melaksanakan salat Idulfitri pada Senin pagi, seperti dilansir media antara. Suasana salat berlangsung khidmat dengan jemaah yang didominasi oleh orang tua yang berusia lanjut.

Penghitungannya berdasarkan metode hisab munjid serta rukyatul hilal. Metode ini digunakan untuk menentukan awal bulan. Tak hanya itu, metode ini juga dilakukan untuk rukyatul hilal secara langsung pada 8, 15, 22, 30 Syaban.

Tarekat Syattariyah, Aceh

Jemaah lainnya adalah pengikut Tarekat Syattariyah di Aceh merayakan Idulfitri pada Senin (3/6). Penentuan 1 Syawal ini dilakukan berdasarkan kepercayaan dan keyakinan yang telah lama dianut.

Kelompok beraliran Syattariah di Aceh sebagian besar adalah pengikut Habib Muhammad Yeddin bin Habib Muhammad Yasin atau Habib Muda Seunagan yang tenar dengan nama Abu Peuleukung.

Tersebar hampir di seluruh Aceh, Tarekat Syattariyah berpusat di Kabupaten Nagan Raya, tepatnya di Desa Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur. Di tempat ini juga sang Mursyid lahir. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo