Sabtu, 23 Januari 2021
10 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Global / Tiga Alasan Negara Eropa Adopsi Ekonomi Syariah
-
Ekonomi syariah diminati negara-negara Eropa. Ini tiga alasannya.

Sharianews.com. Jakarta - Beberapa negara Eropa membentuk badan nasional untuk mendorong pengembangan keuangan syariah. Yang terbaru Republik Malta, negara kecil di Uni Eropa.  

Menurut Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, M. Arief Mufraini, ada beberapa alasan mengapa negara-negara Eropa, termasuk Malta, mengadopsi sistem keuangan dan perbankan syariah, walaupun di negara itu mayoritas penduduknya non-Muslim.

Pertama, kata Arief, banyak kalangan non-Muslim di Eropa, baik masyarakat umum maupun praktisi ekonominya sudah memahami sistem bagi hasil yang menjadi prinsip dasar ekonomi syariah.

“Ini didorong dan ditopang dari kalangan akademisinya. Para ahli menyelenggarakan diskusi-diskusi tentang sistem ekonomi syariah dan melembagakannya dalam bentuk studi khusus di universitas-universitas di sana,” urainya pada sharianews.com.

Alasan kedua, dari aspek sosial penduduk Eropa lebih terbuka dan lebih rasional, selain banyak yang berpendidikan tinggi. Keterbukaan dan pikiran rasional itu dimungkinkan lantaran kesejahteraan mereka di atas rata-rata negara-negara berkembang.

“Jika itu menguntungkan, mereka akan menerimanya. Tanpa sentimen agama, tanpa perdebatan yang panjang. Mereka hanya melihat sistem ekonomi Islam sebagai sebuah bentuk metode transaksional saja,” paparnya.

Alasan ketiga, ekonomi syariah bagian peraturan Islam yang paling diterima pemerintah negara-negara Eropa secara politik. Hal itu karena aktor politik di sana tidak melihat adanya bahaya dalam sistem itu.

Sebaliknya, tambah doktor di bidang ekonomi ini, mereka melihat adanya peluang besar untuk menghimpun dana dari negara-negara Timur Tengah atau negeri berpenduduk mayoritas Muslim ke negara mereka.

“Tidak akan muncul isu bahwa perekonomian Islam itu ada kaitannya terorisme agama”, pungkasnya.*

 

 

Reporter: Mohammad Asror   Editor: A.Rifki