Jumat, 23 Agustus 2019
22 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Haji umrah / Tidak Harus Lunas, Jemaah Haji Kini Bisa Manasik Lebih Awal
FOTO | dok. kemenag
“Saat ini, bimbingan manasik jemaah sudah bisa dilakukan di level KUA tidak harus menunggu pelunasan,” ujar Nizar seperti dilansir laman Kemenag.

Sharianews.com, Jakarta  ~ Jemaah haji yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, kini tidak perlu lagi menunggu pengumuman pelunasan terkait dengan kegiatan bimbingan manasik hajinya.

Pasalnya, kegiatan manasik tersebut sudah bisa dilaksanakan tanpa harus menunggu pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Demikian seperti yang diinformasikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar pada saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 14 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Ditjen PHU. Senin (14/01).

“Saat ini, bimbingan manasik jemaah sudah bisa dilakukan di level KUA tidak harus menunggu pelunasan,” ujar Nizar seperti dilansir laman Kemenag.

Kini, kata Nizar pola bimbingan manasik haji dapat dilakukan dengan benar-benar berbasis regu dan rombongan sesuai dengan asal daerah jemaahnya.

Selain manasik, Nizar juga mengingatkan kepada pejabat yang dilantik hal-hal krusial yang harus diselesaikan baik dalam penyelenggaraan umrah dan haji, seperti persoalan biometrik sebagai persyaratan visa umrah dan haji.

Selain itu dia juga menekankan supaya para pejabat yang baru dilantik benar-benar kuat integritasnya dan tidak kalah oleh kepentingan lain di luar pemerintah.

Direktur Bina Haji Kementerian Agama, Khoirizi mengemukakan Kementerian Agama RI menargetkan 5.000 petugas pembina manasik haji pada tahun 2019. Target tersebut telah direncanakan sejak tahun 2014 lalu.

Ia menjelaskan 5.000 petugas pembina/pembimbing haji itu dengan asumsi bahwa jemaah calon haji dari tanah air mencapai pada tahun 2019 mencapai 204.000 petugas. Artinya satu petugas pembina haji menangani satu regu atau satu rombongan.

Ditambahkan oleh Khoirizi, sistem penanganan dan pelayanan jemaah haji pada dasarnya tidak mengalami perubahan secara signifikan.

Hanya saja model penanganan dilakukan secara sistematis, yaitu dengan managerial yang baik dan jelas. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo