Jumat, 6 Desember 2019
09 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Haji umrah / Terkait Penambahan Petugas Haji, Kemenag akan Bertolak ke Saudi
"Pada musim haji tahun 2019 petugas haji yang disepakati adalah 3.500 orang, idealnya kuota petugas 3.800 orang, semoga jumlah kuota petugas dapat disepakati,” kata Nizar.

Sharianews.com, Jakarta ~ Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar mengatakan, Menteri Agama Fachrul Razi awal bulan Desember akan berangkat ke Arab Saudi guna melakukan penandatanganan MoU penyelenggaraan ibadah haji 2020. Salah satu MoU yang akan ditandatangni terkait penambahan kuota petugas.

"Pada musim haji tahun 2019 petugas haji yang disepakati adalah 3.500 orang, idealnya kuota petugas 3.800 orang, semoga jumlah kuota petugas dapat disepakati,” kata Nizar pada acara Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional angkatan VI

Sesuai rencana, musim haji 1421H/2020 M, jemaah haji kloter pertama dijadwalkan pada tanggal 25 Juni 2020 masuk asrama dan 26 Juni 2020 diterbangkan ke Arab Saudi serta akhir operasional haji tanggal 5 September 2020.

Lama antrian jemaah haji per provinsi dan per kabupaten/kota akan berbeda-beda. Rata-rata masa tunggu jemaah haji Provinsi Jawa Barat sekitar 18 tahun. Angka ini dipastikan akan bergerak secara dinamis.

“Profil jemaah haji Indonesia saat ini lebih banyak jemaah haji perempuan daripada jemaah haji laki-laki,” ucap Nizar dilansir dari laman Kemenag.

Untuk jemaah haji Provinsi Jawa Barat pemberangkatan bisa melalui Bandara Soetta atau BIJB Kertajati. Nizar memastikan calon jemaah haju harus masuk asrama/embarkasi terlebih dahulu. Untuk calon jemaah haji dari Provinsi Jawa Barat tahun 2020 lokasinya tetap di asrama haji Bekasi.

"Saat ini akan dibangun asrama haji di Indramayu, dan juga akan dibangun museum haji pertama di Indonesia," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar.

Acara tersebut diikuti oleh seratus peserta yang terdiri dari pegawai Kementerian Agama, Perguruan Tinggi dan ormas Islam.

Ia juga mengatakan, tahun ini Provinsi Jawa Barat masih tetap di Misfalah dan tidak menggunakan sistem qurah agar kloter tidak terpecah.

“Sistem zonasi perpindahannya 3 tahun sekali agar terlihat perbaikannya,” ujarnya.

Menurutnya, Indeks kepuasan jemaah haji untuk tahun 2019 meningkat. Hal ini disebabkan banyaknya inovasi yang telah dilakukan oleh Kementerian Agama.

“Penambahan pemberian konsumsi untuk jemaah haji pada masa puncak haji serta tahun 2020, tahun peningkatan kualitas manasik haji merupakan salah satu inovasi yang akan dilakukan Kemenag,” pungkas Nizar. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo