Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Keuangan / Terkait Akusisi, Bank Muamalat Masih Konsolidasi dengan OJK
FOTO I Dok. Arif Sharianews.com
Dengan masuknya Konsorsium Al Falah Investments Pte. salah satu tahap yang harus dilalui Bank Muamalat selanjutnya adalah persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sharianews.com, Jakarta ~ Bank Muamalat Indonesia baru-baru ini melakukukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan hasil menyetujui Konsorsium Al Falah Investments Pte. Limited mengakuisisi mayoritas saham Bank Muamalat sebesar 50,3 persen.

Dengan masuknya Konsorsium Al Falah Investments Pte. salah satu tahap yang harus dilalui Bank Muamalat selanjutnya adalah persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Direktur Utama Bank Muamalat Achmad Kusna Permana mengatakan, saat ini Bank Muamalat sedang melakukan konsolidasi antara investor, pemegang saham dengan OJK.

“Jadi memang belum final, sedang terus dikoordinasikan dengan mereka (OJK),” jelas Permana, saat ditemui di Muamalat Tower, Jakarta, Kamis (23/5).

Terkait target kapan selesainya koordinasi dengan OJK, Permana mengaku belum bisa mengonfirmasikan hal tersebut.

“Karena itu kewenangannya ada di OJK, tapi kita terus menerus konsolidasi. Bila OJK minta perubahan kita ikuti, investor dan stakeholders juga terus di-follow up,” tambahnya menegaskan.

Sebagai informasi, Bank Muamalat menggelar RUPSLB di Ballroom Muamalat Tower, Jakarta, Jumat (17/5). RUPSLB membahas persetujuan tindakan penjaminan aset perseroan sebagai jaminan utang perseroan dan persetujuan rencana aksi perseroan.

Sebagaimana diketahui, Bank Muamalat sedang menjalankan proses penguatan permodalan yang saat ini telah berada di tahap akhir. Konsorsium Al Falah Investments Pte. Limited yang dipimpin oleh Ilham Habibie berencana mengakuisisi mayoritas saham Bank Muamalat sebesar 50,3 persen.

“Pemegang saham telah menyetujui seluruh rencana aksi dalam rangka penguatan struktur permodalan perseroan. Saat ini, statusnya masih dalam proses untuk mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kami optimististis dengan masuknya modal, maka Bank Muamalat akan berada dalam posisi yang lebih baik dan lebih leluasa untuk melakukan ekspansi bisnis ke depannya,” imbuh Permana.

Dana suntikan modal sebesar Rp1,7triliun dari konsorsium telah disetor dalam escrow account pada 30 April 2019. Selain itu, Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin) dan Lynx Asia juga telah menempatkan dana sebesar Rp 300 miliar pada escrow account masing-masing sebanyak Rp250miliar dan Rp50miliar. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo