Rabu, 20 Januari 2021
07 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Ziswaf / Terjual Rp14,91 Miliar, CWLS Ritel Seri SWR001 Menarik 1.041 Wakif
Foto dok. Pexels
Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) seri SWR001 menggunakan akad wakalah, dengan menggunakan Barang Milik Negara (BMN) dan Proyek APBN tahun 2020 sebagai underlying assets.

Sharianews.com, Jakarta – Kementerian Keuangan melalui Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menetapkan total volume pemesanan pembelian Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) seri SWR001 sebesar Rp14,91 miliar dan menjangkau 1.041 wakif di seluruh provinsi di Indonesia.

CWLS seri SWR001 ini menggunakan akad wakalah, dengan menggunakan Barang Milik Negara (BMN) dan Proyek APBN tahun 2020 sebagai underlying assets.

Setelmen CWLS seri SWR001 akan dilaksanakan pada tanggal 26 November 2020. Penerbitan CWLS ini juga merupakan upaya Pemerintah dalam mendukung pengembangan pasar keuangan syariah khususnya industri wakaf uang.

“CWLS juga diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan yaitu memberantas kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan meningkatkan produktivitas,” jelas DJPPR dalam pernyataannya, Selasa (24/11).

Secara rinici, berikut beberapa catatan hasil penjualan SWR001 sebagai berikut :

1. Hasil pemesanan SWR001 sampai dengan berakhirnya masa penawaran adalah sebesar Rp14,912 miliar, dengan jumlah wakif sebanyak 1.041 wakif, yang terdiri dari 1.037 wakif individu dan 4 wakif institusi.

2. Perpanjangan masa penawaran selama satu pekan (12 November 2020 di atas pukul 10.00 s.d. 20 November 2020) meningkatkan jumlah partisipasi pemesanan yang masuk sebesar Rp8,364 miliar (56,1% dari total pemesanan) dengan jumlah penambahan pemesanan sebanyak 688 frekuensi dari 654 wakif.

3. Profesi Pegawai Swasta mendominasi pemesanan, baik dari sisi nominal pemesanan (Rp5,64 miliar atau 45,96 persen)  maupun jumlah wakif (371 orang atau 35,78 persen). Sementara itu, pemesanan dari wakif berprofesi ASN/TNI/Polri tercatat sejumlah Rp1,98 miliar (16,11 persen) dari 96 wakif (9,26 persen).

4. Berdasarkan generasi, wakif Generasi X (kelahiran 1965-1979) mendominasi pemesanan dengan total nominal sebesar Rp5,6 miliar dan jumlah wakif sebanyak 453 orang. Jumlah nominal pemesanan dari Generasi Y/Millenial sebesar Rp1,62 miliar (13,18 persen) dari 277 wakif. Sementara itu, Generasi Z (usia di bawah 20 tahun) juga ikut berpartisipasi dengan jumlah pemesanan sebesar Rp9 juta dari 4 wakif.

5. Berdasarkan wilayah, pemesanan terbanyak berasal dari Indonesia Bagian Barat (selain DKI Jakarta), yaitu sebesar Rp8,05 miliar (53,98 persen) dengan jumlah wakif sebanyak 673 wakif (64,65 persen).

6. Secara keseluruhan, pemesanan berasal dari 27 provinsi di seluruh Indonesia. Provinsi dengan nominal pemesanan terbesar adalah DKI Jakarta, yaitu sebesar Rp6,28 miliar, sedangkan provinsi dengan jumlah wakif terbanyak adalah Jawa Barat, yaitu sebanyak 272 wakif.

7. Midis dengan kontribusi paling besar adalah PT Bank Syariah Mandiri, dengan nominal pemesanan mencapai Rp10,82 miliar (72,5 persen) dan jumlah wakif sebanyak 867 wakif (83,2 persen).

8. Dari keseluruhan hasil pemesanan SWR001, terlihat bahwa masih terdapat potensi yang sangat besar untuk digali. Untuk itu, Pemerintah akan meningkatkan pelayanan agar masyarakat dapat lebih mudah menjangkau CWLS Ritel, dan turut mendukung upaya Bank Wakaf Indonesia (BWI) dalam mengembangkan program wakaf uang.

Sebagai informasi, CWLS Ritel seri SWR001 memiliki tenor dua tahun dan menawarkan tingkat imbalan/kupon tetap sebesar 5,5 persen per tahun, yang imbalannya akan disalurkan untuk program/kegiatan sosial yang memiliki dampak sosial dan ekonomi untuk masyarakat.

Penyaluran imbalan akan dilakukan oleh nazir yang kredibel yang ditunjuk oleh Lembaga Keuangan Syariah-Penerima Wakaf Uang (LKSPWU) dan disetujui oleh BWI sebagai regulator dan pengawas nazhir.

Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dan penyaluran dana imbakan CWLS, maka nazir wajib membuat laporan kepada BWI, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, dan wakif (pembeli CWLS).

Rep. Aldiansyah Nurrahman