Sabtu, 4 April 2020
11 Sha‘ban 1441 H
Home / Global / Tekan Corona, Arab Saudi Berlakukan Jam Malam
FOTO I Dok. pexels
Jam malam ini diberlakukan setelah otoritas Arab Saudi melaporkan penambahan kasus virus corona pada Minggu (22/3) waktu setempat, menjadi total 511 kasus.

Sharianews.com, Jakarta ~ Sabagai upaya untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19) Arab Saudi memberlakukan jam malam yang dimulai pukul 19.00 hingga 06.00 pagi selama 21 hari.

Seperti diberitakan kantor berita Saudi Press Agency (SPA), peraturan tersebut berlaku mulai Senin (23/3). Jam malam ini diberlakukan setelah otoritas Arab Saudi melaporkan penambahan kasus virus corona pada Minggu (22/3) waktu setempat, menjadi total 511 kasus.

Kementerian Dalam Negeri Saudi harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menerapkan jam malam. Semua otoritas, baik sipil maupun militer harus bekerja sama sepenuhnya dengan kementerian dalam menerapkan aturan ini.

Pihak berwenang mendesak warga untuk tinggal di rumah selama jam malam, dan tidak melakukan kegiatan di luar kecuali dalam kasus-kasus tertentu. Upaya tersebut untuk menjaga kesehatan masyarakat. Selain itu, Arab Saudi juga menganjurkan warganya agar tidak mengekspos diri mereka sendiri dan negara demi mengurangi risiko pandemi virus corona.

Karyawan dari sektor publik maupun swasta yang vital dikecualikan dari jam malam. Termasuk orang yang bekerja di bidang keamanan, militer, dan media.

Pekerja di sektor kesehatan dan layanan yang sensitif, seperti mereka yang bekerja di klinik atau apotek, di sektor keuangan, telekomunikasi, sektor air juga telah dikeluarkan dari jam malam. Termasuk karyawan di sektor makanan, media, perumahan, dan e-commerce juga dikecualikan dari jam malam.

Pekan lalu, Raja Salman memperingatkan bahwa perjuangan memerangi virus corona akan 'lebih sulit' ke depannya. Saudi diketahui tengah menghadapi pukulan ganda dari serangkaian penutupan akibat virus corona dan jatuhnya harga minyak.

Sebagai upaya mengurangi penyebaran virus corona, otoritas Saudi telah menutup bioskop, mal, dan restoran, juga menghentikan sementara penerbangan internasional, domestik dan menghentikan umrah untuk tahun ini.

Sebagai negara pengekspor minyak mentah utama dunia, Saudi juga menghadapi jatuhnya harga minyak yang selama ini menjadi sumber pemasukan pemerintah. Harga minyak merosot di bawah US$ 25 per barel, yang merupakan angka terendah dalam 18 tahun, akibat lesunya permintaan karena virus corona dan perang harga dengan Rusia.

Sebagai informasi, jumlah kasus terinfeksi, angka kematian, hingga pasien sembuh masih terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Hingga kini, lebih dari 160 negara telah melaporkan temuan kasus positif Covid-19.

Mengutip data real-time dari John Hopkins University per Selasa (24/3) pagi, jumlah total kasus infeksi virus corona Covid-19 di dunia telah mencapai 378.287 kasus. Dari jumlah tersebut, 16.497 pasien atau sebesar 4,36 persen dari total kasus dinyatakan meninggal dunia. Sementara, 100.958 pasien di antaranya atau sekitar 26,69 persen dari total kasus dinyatakan sembuh. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo