Selasa, 19 November 2019
22 Rabi‘ al-awwal 1441 H
Home / Ekbis / Tatap Pasar Global, Muhammadiyah Selenggarakan International Business Forum
Foto/dok.Muhammadiyah
MIBF, kata Ketua MEK – PPM Mohammad Najikh, merupakan rangkaian konsolidasi ekonomi yang dilakukan oleh Muhammadiyah guna meneguhkan kembali pilar ketiga (Ekonomi) Muhammadiyah.

Sharianews.com, Bali ~ Globalisasi menjadikan ruang komunikasi semakin terbuka dan disparitas interaksi manusia menjadi semakin sempit, maka, diperlukan kejelian memaknai setiap realitas dalam peluang dan aktivitas ekonomi yang mampu membawa perubahan kesejahteraan bagi kehidupan manusia.

Berangkat dari dasar pemikiran tersebut, Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MEK–PPM) pada tanggal 25 – 27 Novenber 2019 menggelar acara "Muhammadiyah International Business Forum (MIBF)" dengan tema Menjalin Sinergisitas Ekonomi Ummat Menuju Indonesia Yang Mandiri, di Harris Hotel and Conventions Jln. H.O.S Cokroaminoto Denpasar–Bali.

MIBF, kata Ketua MEK – PPM Mohammad Najikh, merupakan rangkaian konsolidasi ekonomi yang dilakukan oleh Muhammadiyah guna meneguhkan kembali pilar ketiga (Ekonomi) Muhammadiyah yang merupakan amanah Muktamar Muhammadiyah ke–47 thn 2015 di Makassar–Sulawesi Selatan.

“Jadi, dengan adanya MIBF ini, kami ingin semua basis kekuatan dan jaringan yang dimiliki oleh MEK–PPM bisa bertemu untuk saling melakukan elaborasi dan memanfaatkan potensi ekonomi untuk bersama–sama mengembangan gerakan dakwah Muhammadiyah,” terang Najikh dalam keterangan tertulisnya.

Melalui MIBF, MEK–PPM ingin mengajak semua jaringan kekuatan ekonomi Muhammadiyah dalam mengembangkan pilar ketiga dengan keluar dari kotak pandora. Artinya, sudah saatnya warga Muhammadiyah untuk berinteraksi dengan pasar global.

Hal itu tidak lepas dari jaringan Muhammadiyah yang tersebar di berbagai negara serta kemajuan teknologi dan informatika yang mengharuskan agar Muhammadiyah untuk berinteraksi dengan pasar global. Karenanya, dengan adanya MIBF, MEK–PPM ingin adanya akselerasi, sehingga implementasi pilar ketiga bukan sekedar menembus ranah domestik tetapi juga pasar global.

Dalam rangkaian acara MIBF nantinya, Najikh mengungkapkan, akan dihadiri oleh para narasumber dari mancanegara yang ingin bersinergi bisnis dengan Muhammadiyah, lalu sejumlah menteri dari Kabinet Indonesia Maju serta Bank Indonesia (BI) yang akan menyampaikan tentang kebijakan–kebijakan ekonomi dan entrepreneur Indonesia kedepan.

Tak kalah penting, dalam acara MIBF para praktisi dan ekonom Muhammadiyah seperti Sutrisno Bachir (inspiratory pengusaha nasional), Hendri Saparini (Pakar ekonomi), Dahlan Iskan, Teguh Wahyudi (pengusaha International), Sandiaga Salahuddin Uno, Nurhayati Subakat (Owner Wardah Kosmetik) akan memeriahkan acara tersebut.

“Dengan hadirnya para narasumber tersebut kami berharap para peserta MIBF benar–benar bisa memanfaatkan peluang–peluang bisnis di acara tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh pihak panitia acara MIBS, akan diikuti oleh 500 peserta dari pengurus MEK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM), Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (Induk BTM), Asosiasi BPRS Muhammadiyah, Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AFEB PTM) & Asosiasi Dana Pensiun Muhammadiyah.

Untuk mengelaborasikan mereka dalam MIBS di sela–sela acara ada Rapat Koordinasi Nasional Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan muhammadiyah (RAKORNAS MEK), Silaturahim Kerja Nasional Jaringan Saudagar Muhammadiyah (SILAKNAS JSM), Rapat Koordinasi Induk Baitul Tamwil Muhammadiyah (RAKOR INDUK BTM), Rapat Koordinasi Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah (RAKOR AFEB PTM), Rapat Koordinasi Bank Pengkreditan Rakyat Syariah Muhammadiyah (RAKOR ABPRSM) dan Rapat Koordinasi Dana Pensiun Muhammadiyah (RAKOR DAPENMu).(*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo