Jumat, 22 Januari 2021
09 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Global / Tarik FDA, Ahmed bin Saeed Luncurkan ‘DAFZA’s Strategy for Islamic Economy’
FOTO | Dok. www.thenational.ae
'DAFZA Strategy for Islamic Economy' diyakini akan semakin meningkatkan daya saing DAFZA, untuk mewujudkan visi Dubai sebagai zona ekonomi bebas paling maju di dunia.

Sharianews.com, Jakarta. Untuk menarik lebih banyak investor dari luar negeri ke Dubai, Chairmen The Dubai Airport Freezone Authority (DAFZA), Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, meluncurkan strategi baru bertajuk, 'DAFZA’s Strategy for Islamic Economy', yang dilatarbelakangi oleh inisiatif untuk lebih banyak melibatkan ekonomi Islam dan sektor industri halal global.

Strategi ini diharapkan dapat membantu menarik lebih banyak investasi asing langsung  (foreign direct investment - FDI) dan mendukung inisiatif 'Dubai Capital of Islamic Economy', yang terdiri dari tiga arah utama dan 20 inisiatif strategis yang akan dilaksanakan dalam lima tahun mendatang untuk membantu mencapai visi menjadikan ekonomi Islam lebih bernilai tambah dan menaikkan keunggulan kompetitif bagi DAFZA.

Dikutip dari laman berita khaleejtimes.com (18/10), Sheikh Ahmed mengatakan strategi DAFZA merupakan respon terhadap prakarsa 'Dubai sebagai Ibukota Ekonomi Islam' yang diluncurkan oleh Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UAE dan Penguasa Dubai.

Lebih lanjut dijelaskan, 'DAFZA Strategy for Islamic Economy' diyakini akan semakin meningkatkan daya saing DAFZA, untuk mewujudkan visi Dubai sebagai zona ekonomi bebas paling maju di dunia.

Strategi tersebut juga diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan kemakmuran ekonomi masyarakat lokal maupun global, terutama setelah UEA menduduki peringkat pertama di Dunia Arab dan kedua secara global dalam Indikator Ekonomi Islam Global

Sementara, Dr Mohammed Al Zarooni, Direktur Jenderal DAFZA mengatakan, dalam lima tahun ke depan, 'DAFZA Strategy for Islamic Economy' akan meningkatkan peran zona bebas sebagai mitra efektif dalam mencapai aspirasi UAE untuk menjadi pemimpin di semua bidang dan kategori ekonomi Islam.

"Kami sangat ingin tetap menjadi pemain kunci dalam pengembangan ekonomi nasional dan ekonomi Islam global, khususnya yang telah menjadi sektor unggulan dalam ekonomi Dubai sebagai pusat ekonomi Islam yang menjanjikan kemakmuran dan pertumbuhan untuk investor dan secara positif berpengaruh terhadap GDP UEA.”tuturnya.

Tiga arah utama pengembangan

Setelah melakukan studi tentang persyaratan yang diperlukan untuk pengembangan pasar ekonomi Islam, DAFZA membangun strategi berdasarkan tiga arah utama untuk lima tahun ke depan. Yang pertama, fokus pada dua inisiatif utama, yaitu, menciptakan sumber pertumbuhan pendapatan baru dengan menarik investor di sektor halal.

Kedua, menekankan peran DAFZA sebagai motivator utama bagi pertumbuhan ekonomi Islam dan sektor halal lokal di Dubai dengan mengembangkan 10 inisiatif yang mendukung investor yang ada dan baru yang ingin memperluas bisnis mereka dan berinvestasi dalam ekonomi Islam.

Arah ketiga dan terakhir, melibatkan delapan inisiatif yang mendukung pembentukan ekosistem halal yang mampu menarik perusahaan terkemuka di industri halal yang antara lain meliputi makanan, mode, farmasi dan kosmetik.

Strategi DAFZA bertujuan untuk menarik lebih banyak FDI ke dalam ekonomi Islam untuk membantu sector-sektor tersebut meningkatkan pendapatannya dan menggandakan kontribusinya ke GDP Dubai. Strategi ini diharapkan dapat menarik lebih dari 40 investor baru di berbagai sektor ekonomi Islam dunia. (*).

Ahmad Kholil