Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Ekbis / Tantangan Keuangan Syariah: Minimnya Literasi Masyarakat
FOTO I dok. kanalaceh.com
"Jadi tidak semua masyarakat kita mengerti betul sebenarnya ekonomi syariah seperti apa, kemudian rantai pasokan halal seperti apa," ujar Afdhal saat di program acara sharia CNBC Indonesia.

Sharianews.com, JakartaDirektur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Afdhal Aliasar menerangkan tantangan terbesar industri syariah saat ini adalah minimnya literasi bagi masyarakat.

"Jadi tidak semua masyarakat kita mengerti betul sebenarnya ekonomi syariah seperti apa, kemudian rantai pasokan halal seperti apa," ujar Afdhal saat di program acara sharia CNBC Indonesia, Kamis (6/6).

Ia menambahkan, tantangan terbesar juga berasal dari regulasi. "Kemudian dengan adanya masterplan ekonomi syariah ini, kita ingin bantu menyusun bagaimana ke depan kita bisa merekomendasikan regulasi yang tepat kepada pemerintah supaya perkembangan industri halal ini berkembang menjadi lebih baik," sambungnya.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang dikatakan pengamat ekonomi syariah, Adiwarwan Karim, menurutnya, untuk membangkitkan ekonomi syariah adanya literasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Literasi kepada orang-orang, bahwa ekonomi syariah itu bukan sesuatu yang menghambat, dan syariah juga bisa melayani apa yg mau dilayani oleh konvensional," ucap Adiwarman.

Lebih lanjut dikatakan Adiwarwamln, selain harus ada sosilaisasi, mitos bahwa mereka harus memilih dunia dan akhirat juga harus dihilangkan.

"Kalau milih syariah hidup jadi susah gitu kira-kira, kalau milih dunia hidup jadi gampang, ini harus dirontokin dengan cara sosialisai dan pengalaman," imbuhnya. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo