Kamis, 27 Juni 2019
24 Shawwal 1440 H
Home / Lifestyle / Tantangan Industri Halal di India
FOTO I Dok. halaltrip.com
Mengingat halal lifestyle (gaya hidup halal), menjadi peluang bagi pasar global, saat ini semakin banyak negara di dunia, termasuk negara minoritas Muslim seperti India tengah berusaha membangunnya perlahan.

Sharianews.com, Jakarta ~ Jumlah penduduk Muslim terbanyak ke-3 dunia, ternyata tidak menjadikan umat Muslim India sebagai mayoritas di negaranya. Kurang lebih hanya sekitar 20 persen dibandingkan agama Hindu yang dominan di sana.

Demikian yang disampaikan oleh Ali Ajmal, penduduk asli India yang beragama Muslim saat dihubungi Sharianews pada hari Kamis (7/02).

Dalam penuturannya, ia menyampaikan kondisi Muslim di India saat ini tidak seberuntung negara Muslim lainnya.

“Hindu mendominasi di India, dan yang menguasai negara pun juga mereka. Sekarang ada beberapa peraturan yang bisa dibilang tidak ramah terhadap Muslim,” ujar Ali, yang juga merupakan seorang anggota dari organisasi ‘Muslim League’ di India.

Salah satunya adalah pembiaran pergaulan bebas, dan pemberlakuan Rancangan Undang-undang Kewarganegaraan Imigran di India.

Di mana peraturan tersebut akan memberikan kewarganegaraan bagi imigran yang mendapat persekusi dan kekerasan di negaranya. Sayangnya, peraturan tersebut tidak diberlakukan untuk Muslim, yang juga tengah mendapatkan persekusi serupa.

“Selain itu produk halal juga belum jadi prioritas di regulasi India,” lanjut dia

Namun, tuturnya, untuk makanan halal tetap tersedia di beberapa tempat. Meskipun belum sebanyak negara lain.

Mengingat halal lifestyle (gaya hidup halal), menjadi peluang bagi pasar global, saat ini semakin banyak negara di dunia, termasuk negara minoritas Muslim seperti India tengah berusaha membangunnya perlahan.

Hal inilah yang turut menjadi napas baru bagi kemudahan produk halal yang juga menguntungkan umat Muslim disana.

Meskipun begitu, sisi lain di tengah persaingan pasar global untuk industri  halal, Saqib dan Taneja, para peneliti Indian Council for Research on International Economic Relations, juga mengkaji penghambat ekspor India ke negara-negara ASEAN dalam kajian mereka, “Non Tariff Barriers and India’s Exports: The case of ASEAN and Sri Lanka”.

Di mana sertifikasi halal merupakan salah satu hambatan ekspor India. Karena pada dasarnya produk-produk yang di produksi di India mayoritas belum memenuhi syarat tersebut. Sehingga memerlukan upaya lebih.

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo