Senin, 27 Januari 2020
02 Jumada al-akhirah 1441 H
Home / Ziswaf / Tanggapan BWI atas Usulan Perubahan Ikrar Wakaf
Mohammad Nuh, ketua BWI saat press conference bersama awak media. Foto/dok.romy
Badan Wakaf Indonesia (BWI) sendiri mencatat bahwa potensi aset wakaf di Indonesia mencapai Rp2.000 triliun per tahun, dengan total luas tanah wakaf mencapai 420 ribu hektare.

Sharianews.com, Jakarta ~ Potensi wakaf di Indonesia perlu dioptimalkan guna memacu pertumbuhan ekonomi umat. Mulai dari wakaf tanah, wakaf uang, wakaf saham dan sebagainya.

Badan Wakaf Indonesia (BWI) sendiri mencatat bahwa potensi aset wakaf di Indonesia mencapai Rp2.000 triliun per tahun, dengan total luas tanah wakaf mencapai 420 ribu hektare.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia, Sofyan Djalil mengusulkan ikrar wakaf perlu diubah, terkait dengan urbanisasi. Selain itu, dirinya juga mendorong terbentuknya database wakaf nasional guna mendorong integrasi pengelolaan aset wakaf.

"Saat ini ikrar wakaf sangat spesifik, misalnya wakaf untuk masjid, musala, dan lainnya, namun perkembangan kota dengan cepat sekali perubahannya, dulu masjid bagus sekali tapi sekarang jalannya tinggal satu arah, akibatnya masjid tidak lagi memberikam manfaat seperti yang diinginkan wakif dahulu," ucapnya dalam pemaparannya di acara Rakornas Badan Wakaf Indonesia, di hotel Aryaduta, Jakarta (11/12).

Ditambahkan Sofyan, esensi berwakaf ialah memberikan wakaf untuk Tuhan dan kemaslahatan umat. Di tempat yang sama, Ketua Badan Wakaf Indonesia, Mohammad Nuh menjawab hal tersebut terkait dengan perubahan ikrar wakaf karena urbanisasi.

"Jadi, kita sudah melakukan hal itu dari khususiyah ke ijmaiyah, dari sifatnya yang khusus kepada yang umum," ujar Nuh saat ditemui awak media.

Nuh mencontohkan, dalam ikrar wakaf, saat ini, disosialisasikan dengan menggunakan model akhir untuk tujuan kemaslahatan umat.

"Karena kata kuncinya itu kemaslahatan, maqosit syariahnya yaitu untuk kemaslahatan dan yang terpenting memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan," tutup Nuh. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo