Jumat, 22 Januari 2021
09 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Global / Tak Hanya di Indonesia, Warga Mesir Juga Menolak Jenazah Positif Corona
Ilustrasi Freepik
Jenazah itu adalah seorang dokter perempuan. Dia meninggal di sebuah rumah sakit yang dikarantina di kota Ismailia, Kanal Suez.

Sharianews.com, Kairo - Penolakan penguburan jenazah virus corona (Covid-19) terjadi diberbagai negara. Di Indonesia, Jenazah perawat yang meninggal karena virus corona mendapat penolakan dari warga daerah, di Ungaran, Kabupaten Semarang.

Tidak hanya Indonesia, desa di Mesir, tepatnya warga di Desa Shubra el-Bahou, menolak jenazah Covid-19 dimakamkan di daerahnya. Jenazah itu adalah seorang dokter perempuan. Dia meninggal di sebuah rumah sakit yang dikarantina di kota Ismailia, Kanal Suez.

Akibat penolakan itu, bentrokan antara aparat kepolisan dan warga sekitrar pun tak terhindarkan. Padahal, otoritas pusat Mesir mengeluarkan fatwa, Dar al-Ifta Mesir sudah menyatakan bahwa siapapun yang meninggal akibat terpapar virus corona harus ditangani sesuai dengan ajaran agama dan jenazahnya harus dihormati.

Jenazah pengidap virus corona harus dibersihkan secara hati-hati dan dibungkus dengan kantong tertutup agar tidak menyebarkan infeksi, menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Khaled Megahed kepada lembaga penyiar Mesir milik Arab Saudi, MBC Masr.

Melansir Reuters, Warga yang menolak menghalau jalan agara ambulans tak dapat menuju pemakaman. "Kelompok (masyarakat) itu khawatir penguburan akan menyebarkan penyakit menular," ujar pejabat setempat.

Salah seorang warga desa itu Ahmed el-Sayed mengungkapkan, polisi melakukan intervensi setelah petugas keamanan dan kesehatan gagal membujuk masyarakat membuka jalan menuju pemakaman. Tak ada korban cedera serius akibat bentrokan tersebut.

Di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memandang, penolakan penguburan seperti itu tidak sepatutnya dilakukan karena memang tidak ada alasan yang kuat.

Wakil Sekjen MUI Bidang Fatwa Sholahuddin Al-Aiyub mengatakan tidak ada alasan untuk menolak penguburan jenazah Covid-19 ini dikarenakan dua hal.

Pertama, kata dia, dalam Islam, penguburan jenazah itu hukumnya adalah fardlu kifayah. Artinya, umat Islam yang ada daerah tersebut yang paling berkewajiban melaksanakan hak-hak jenazah. Alasan kedua di dalam Islam, tidak boleh menunda-nunda penguburan jenazah.

 “Jadi kalau kita melihat hadis, diterangkan bahwa jika ada di antara kalian yang meninggal, jangan kalian menahan-nahan, dan segerakanlah dia itu dikuburkan di tempat pemakamannya,” terang Al-Aiyub.

Rep. Aldiansyah Nurrahman