Sabtu, 7 Desember 2019
10 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Lifestyle / Taiwan Gaet Wisatawan Muslim Indonesia
FOTO I Dok. taiwannews.com
Saat ini, yang menjadi fokus market Taiwan adalah Indonesia yang dinilai sebagai negara dengan Muslim terbanyak.

Sharianews.com, Maraknya industri halal, membuat negara-negara dunia semakin bersaing dalam menciptakan peluang. Salah satunya Taiwan yang juga bersaing merebutkan pasar wisatawan Muslim dunia.

Saat ini, yang menjadi fokus market Taiwan adalah Indonesia yang dinilai sebagai negara dengan Muslim terbanyak. Pemerintah kota Taipei mengincar wisatawan Indonesia dengan melibatkan buruh migran.

Karenanya, pemerintah Taiwan memberi jaminan seluruh fasilitas serta akomodasi pariwisata yang telah mendapat sertifikasi halal.

Kepala Dinas Informasi dan Pariwisata Kota Taipei Liu Yi Ting, Sabtu (8/6) menyampaikan bahwa ibukota Taiwan, Taipei ingin menjadi kota yang nyaman bagi umat Muslim dunia.

“Kami ingin Taipei jadi kota yang nyaman bagi umat Islam. Besok kami akan kumpulkan para pendatang Muslim dari Indonesia,” ujar Liu Yi Ting dilansir dari metropekanbaru.com.

Pemkot Taipei turut memfasilitasi acara halalbihalal tenaga kerja Indonesia di Taman Daan, Minggu (9/6), sebagai bentuk upaya menarik minat wisatawan Indonesia.

Upaya lainnya adalah dengan memperbanyak petunjuk arah yang jelas menuju musala atau masjid di beberapa tempat strategis.

Dirinya menyebutkan, pada 2018 Kota Taipei menerima sekitar 210 ribu wisatawan dari Indonesia.

“Dibandingkan tahun sebelumnya ada kenaikan 10 persen,” ujar alumnus National Taiwan Normal University (NTNU) ini.

Uniknya, meskipun Taiwan bukan negara Muslim, tetapi masuk dalam daftar tiga besar kota dunia yang ramah kepada wisatawan Muslim.

Beberapa hotel berbintang juga berlomba-lomba mendapatkan sertifikat halal dari asosiasi Muslim setempat, seperti Howard Plaza Hotel yang sudah dua tahun ini memperoleh sertifikat halal.

Wali Kota Taipei, Ko Wen Je sebelumnya menyampaikan rencana pembangunan rumah sakit bersertifikat halal untuk mendapatkan pasien Muslim dari beberapa negara di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Sayangnya upaya menggaet wisatawan Muslim dari Indonesia tidak diimbangi dengan kebijakan bebas visa kunjungan singkat seperti yang diambil oleh Hong Kong, Makau, dan beberapa kota di Cina.

“Kebijakan visa itu tanggung jawab pemerintah pusat. Kami juga sudah mengupayakannya, tapi pusatlah yang menentukan,” ujar Liu.

Pemegang paspor Indonesia belum bisa memasuki Taiwan tanpa terlebih dulu mengajukan permohonan visa kunjungan singkat. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo