Selasa, 19 November 2019
22 Rabi‘ al-awwal 1441 H
Home / Lifestyle / Tahfizh Properti, Persembahan Santri Membangun Negeri
Founder dan Direktur Tahfizh Properti bersama para santri saat grand launching Tahfizh Properti. Foto/dok.romy
Sebagian tahfiz ingin berkiprah lebih luas dalam dunia bisnis dan membangun negeri melalui Tahfizh Properti.

Sharianews.com, Jakarta ~ Profesi bagi penghafal Alquran (tahfiz) bukan hanya menjadi petugas pembaca doa di setiap acara seremonial. Mereka adalah pembawa perubahan positif dalam membangun peradaban.

Sebagian tahfiz ingin berkiprah lebih luas dalam dunia bisnis dan membangun negeri melalui Tahfizh Properti.

Tahfizh Properti mengajak semua yang terlibat berpartisipasi guna mendapat keuntungan bisnis yang dipenuhi keberkahan sekaligus kebersamaan dalam membangun kemandirian umat.

"Jadi saya dipertemukan dengan temen-teman pesantren properti setelah ketemu eh, cocok, investasinya tepat dan risikonya terukur yaitu properti." ujar Founder Tahfidzh Property Jamil Azzaini dalam grand launching Tahfizh Properti di PSW Antasari Hotel, Ahad (13/10).

Dirinya berhadap anak-anak negeri yang memiliki jutaan hektar lahan tersebut adalah anak-anak para penghafal Alquran sehingga keberadaanya memberi manfaat untuk banyak orang.

"Bukan hanya kepentingan bisnis semata, tapi saya tidak ingin orang-orang yang punya ribuan, atau jutaan hektar lahan adalah orang yang tidak peduli dan bahkan menjatuhkan umat," imbuh Jamil atau biasa dipanggil Babeh ini.

Sementara di tempat yang sama, Direktur Tahfizh Properti, Ahmad Solahuddin Annabhanni menjelaskan para santri yang baru terpilih sebanyak 14 dari sebelumnya 50 santri. Semuanya diambil dari santri yang sudah berlangsung dari lima angkatan terlebih dahulu.

"Jadi nanti mereka akan kita kelompokkan, selama tiga bulan ini pembelajarannya masih umum, jadi pembelajarannya masih dapat semua, baru setelah itu mereka akan kita tanyakan akan menekuni profesi apa, karena kita buat ini ujungnya pemantapan bagi mereka, boleh jadi unit usahanya mereka, bukan developernya, tapi let's say bisnis desainnya, karena semakin banyak developer, kebutuhan desainnya juga banyak, atau mungkin mereka senang ngurusin law firm, jadi intinya kita membuat ini dengan memfasilitasi para santri memiliki profesinya masing-masing," ujar Ahmad yang biasa dipanggil Bung Asa.

Saat ini proyek percontohan yang sedang dikerjakan Tahfizh Properti baru di Samarinda dan Purwarkarta. Jumlah sisanya 79 kavling di Samarinda dan 15 dari 100 kavling di Purwakarta.

"Target kita bisa sampai satu triliun dalam tiga tahun, dan ada 150 santri di bawah kita dan kita inginkan mereka benar-benar pejuang properti," pungkas Asa. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo