Minggu, 28 November 2021
23 Rabi‘ at-akhir 1443 H
Home / Keuangan / Tabungan Haji BPRS AHA, Menguatkan Niat Kelas Menengah untuk Berhaji
FOTO | Dok. BPRS AHA
Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Al Hijrah Amanah (AHA) mulai menggalakkan program tabungan haji sejak awal 2018, tujuannya untuk menguatkan niat masyarakat kelas menengah menunaikan ibadah haji dan umrah..

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Al Hijrah Amanah (AHA) mulai menggalakkan program tabungan haji sejak awal 2018, tujuannya untuk menguatkan niat masyarakat kelas menengah menunaikan ibadah haji dan umrah.

Sharianews.com, Jakarta. Menurut Direktur BPRS AHA, Arie Wahyuning Tyas tujuan program tabungan haji ini adalah untuk membantu masyarakat yang memiliki impian untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah ke tanah suci.

“Sifatnya lebih kepada menguatkan niat untuk mewujudkan impian menunaikan ibadah haji dan umrah masyarakat dengan mulai menabung, sebab jika hanya niat, tanpa usaha, maka tidak akan segera terwujud, intinya take action,“ujar Tyas, saat dihubungi Sharianews.com, Selasa (31/7/2018).

Lewat program ini masyarakat kelas menengah yang ingin beribadah haji atau umrah, bisa memulai mewujudkan impiannya dengan membuka tabungan terlebih dahulu. Ini berbeda dengan orang yang mampu.“Orang yang mampu, jika ingin berhaji tinggal berangkat saja,” jelasnya.

Namun karena saat ini BPRS AHA belum dapat terintegrasi secara langsung dengan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Sishokat), maka hal ini disiasati dengan cara bekerja sama dengan Bank Umum Syariah demi meningkatkan pelayanannya.

Tabungan Umrah

Hal yang sama juga dilakukan pada program tabungan Umrah, BPRS AHA sudah mulai menggalakannya di awal 2018.

Tyas menjelaskan bahwa BPRS AHA menawarkan kepada para nasabahnya untuk berumrah dengan travel pilihannya sendiri. Atau  dengan pihak yang sudah bekerja sama dengan BPRS AHA. “Alhamdulillah program ini direspon oleh masyarakat dengan cukup baik,” imbuhnya.

“Dengan diberi kebebasan seperti itu, masyarakat lebih percaya kepada BPRS AHA. Terutama dengan kasus-kasus biro umrah beberapa waktu yang lalu, semakin membuat masyarakat waspada dan cermat dalam menentukan biro travel,” jelas Tyas.

Untuk menghindari kejadian pada kasus penyelewengan biro perjalanan umrah yang nakal itu, Tyas selalu menyampaikan kepada masyarakat, bahwa untuk menjalankan ibadah umrah, hal terpenting adalah ikhtiar, dan ikhtiar pertama adalah dengan menabung. "Jika tabungan sudah sudah mencukupi, tinggal berangkat saja."

Program tabungan kurban

Selain program tabungan haji, BPRS AHA juga memiliki program tabungan kurban. Porgram ini secara prinsip sama dengan tabungan haji dan umrah. Lewat program ini, BPRS AHA menawarkan program tabungan kurban kepada masyarakat dengan cara melakukan edukasi kepada para nasabah.

Pada prinsipnya, BPRS AHA kendati memiliki rekanan dengan peternak kurban lokal di daerah, tetapi tidak memaksa nasabah untuk membeli hewan kurban dari BPRS AHA. Nasabah tetap dibebaskan untuk membeli hewan kurban pilihan mereka sendiri.

"Jadi saat tabungan kurban sudah mencukupi, nasabah bisa mengambil dananya untuk membeli hewan kurban dan menyalurkan sesuai keinginannya. Silahkan bila ingin membeli sendiri dan mendistribusikan hewan kurban miliknya, karena boleh jadi sudah memiliki  langganan,” katanya.

Program ini ujarnya, juga sekaligus sebagai upaya untuk saling bersinergi dan saling mendukung pergerakkan ekonomi umat, "Alhamdulillah, program ini juga dapat respon positif dari nasabah BPRS AHA yang ingin berkurban,” paparnya. (*)

 

Reporter : Aldiansyah Nurrahman Editor : Ahmad Kholil